Malaikat Pemberi "Free Wifi" di MMU

Multimedia University, Malaysia
Bus kota yang aku tumpangi akhirnya berhenti di tempat tujuanku, yaitu di depan Multimedia University, Malaysia. Nah disinilah Radji, sahabatku asal bekasi kuliah dengan Full Scholarshipnya, keren kan?:)

Aku datang sebenarnya dari sekitar jam lima sore, namun sepertinya bertemu Radji harus melalui beberapa rintangan hahaha.

Selama di luar negeri, aku memanfaatkan "wifi" untuk dapat mengakses Facebook dan berkomunikasi dengan temanku atau orang yang akan memberikanku tumpangan tempat tinggal. Namun naas, setibanya di Multimedia University, aku tidak bisa mendapatkan free wifi.

Bertemu Fatin di Senja Malaysia

Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam dari Melaka Sentral, akhirnya aku sampai juga di Terminal Bersepadu Selatan. Kali ini tujuanku adalah menuju putrajaya untuk menemui kawan lamaku disana.

Setidanya ada beberapa kawan ku yang kuliah di Negeri Jiran ini, aku kenal mereka waktu karantina scholarship beberava tahun yang lalu, namun karena aku belum mempunyai kesempatan untuk mendapatkan scholarship tersebut.

Salah satu kawanku yang berhasil lolos adalah Radji, dia asal bekasi yang pada saat itu siap menampungku hahaha, kek pengungsi aja. Atas instruksinya setelah aku tiba di Bersepadu Selatan, aku disarankan naik Komuter Bandar Tasik Selatan.

Gadis India, Kota Melaka, dan Pengantin Baru

Gadis itu...
Selamat pagi Malaysia :). Aku keluarkan persediaan Super Buburku (Bubur Instan) yang aku bawa sebagai bekal dari Indonesia, lumayan buat sarapan pas lah ya hehehe.

Oh iya sebgaia bocoran aja nih ya, Aku dari Indonesia bawa bekel cukup banyak, mulai dari bubur instan,  coklat yang serebu limaratusan, coklat yang gopean (coki-coki), sukro, permen, dan sebagainya.

juga obat obatan, seperti minyak angin, salon pas, obat diare, obat mag, tolak angin dan sebagainya, hahaha.
Tapi so far itu semua sangat membantu, "jangan sepelekan hal kecil" kata temenku, bener juga, jadi semuanya sudah siap siaga.

Aku kedapur dan memasak air panas, nampaknya Kieran sudah pergi ke kampusnya, dia memang cerita berangkat mengajar di pagi hari. Rekannya Kieran sepertinya sih masih tidur, well jadi masak buat sendiri saja di dapur bule hahahay.

Teras Belajar Indonesia



Kang Agus yang belakang, berkacamata

Bagi Kang Agus, begitu ia disapa. Pendidikan menjadi pilar terpenting dalam pembangunan bangsa. Melalui generasi bangsa yang mengenyam pendidikan yang baiklah, bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang hebat. Ia juga memaparkan bahwa pendidikan dapat menjadi alat yang tajam sebagai pemutus rantai kebodohan di negeri ini.

pendidikan adalah alat yang sangat tajam untuk memutus rantai kebodohan, dan sekolah bisa jadi wadah untuk mewujudkannya”, ujarnya saat ditemui di Sekolah Rakyat asuhannya, di Rancabelut, Cicalengka, Kabupaten Bandung.

Tentang Kieran, dan Bagaimana Aku Mengenalnya

Well, Halo kawan...
"Aku baru saja tiba di Terminal Melaka Sentral, Malaysia..." saat itu. Ku lihat jam tangan sudah menunjukan pukul 10 malam, lumayan pegal badan ini setelah berkeliling singapura dan menempuh perjalanan darat ke malaysia.

Aku merapihkan semua barang bawaanku, ransel, tas soren, dan memakai kembali topi hitamku. Aku melirik kiri kanan dan kulihat salah satu tempat makanan yang tak asing, MC'D.

Bukan untuk rehat sejenak dan maenikmati ayam gorengnya yang renyah, tapi aku sudah mempunyai janji bertemu dengan salah satu kawan yang akan memberikan tempat menginap malam itu.

"Dah Singapure, Hi Malaysia :)"

Lokasi Sehelter Bus, Ke Terminal Larkin, Johor Bahru, Malaysia
Malem minggu daripada gak da kerjaan gak jelas, sebagai single pilihan aku nyoba lanjutin kisah perjalnanku yang lama tertimbun alibi kesibukan dan penyedap rasa malas hingga tak kunjung selesai. yihaaa hahaha.

Setelah menyapa negeri singa laut, Singapore dengan segala kesannya. dengan segala pembelajaran yang di dapat dan warna warni memori singkat namun melekat (maaf agak melow maklum malam minggu hahaha), aku pun melanjutkan perjalanan ke destinasi negara selanjutnya, yaitu ke negeri jiran, Malaysia.

Itinerary Bandung-Singapore

Bandara Husein Bandung
Menuju Bandara Husein Sastranegara Bandung Dari Cibiru (kosan) :
  • Naik dua kali angkot, pertama naik angkot Cileunyi-Cicaheum, turun di terminal Ci Caheum dengan tarif Rp. 5.000
  •  Kedua naik angkot Cicaheum-Ciroyom, turun di sekitar Bandara, bisa tanyakan ke sopir dengan tarif Rp. 5.000
  • saya berangkat sekitar pukul 23.00 nyampe sekitar pukul 24.00 karena muter muter dulu
  • Waktu itu  saya di antar teman menggunakan motor, jadi gratis = Rp.0

Sepotong Coklat Persahabatan

This is Nadia
Cerita ini Aku tulis untuk gadis ITB, Nadia... Siapakah dia? mari cari tahu di bawah ini :) 

Akhirnya, kecapaian juga ketemu patung singa di merlion park. Setelah makan roti bekal dan minum seteguk air kehidupan yang di bawa (Lebay...), Aku berjalan menaiki tangga ke sebuah jalan yang tepat berada di belakang merlion park.

Di jalan itu kita bisa menikmati merlion park secara utuh loh kawan, dan sepanjang jalan itu juga terdapat bunga warna ungu yang menambah hiasan di tengah bangunan arsitektur Singapore. 

Oriental

Suasana di Merlion park
Setelah cukup puas menikmati atmosfer dan foto bersama patung singa laut di Merlion park, aku mulai duduk di salah satu kursi di sekitar samna sambil menikmati air yang masih tersisa di tumbler lakban coklat.

Cuacanya memang cukup panas di merlion park, tapi moment itu tidak aku lewatkan sedikitpun "Mumpung di Singapore..." pikirku.


Ada kejadian yang ya bisa dibilang lumayan lucu saat hendak berbaur bersama kerumunan orang yang juga asik berfoto di merlion park, disana banyak bule, chines dan ras India, bahkan beberapa banyak juga orang Indonesia, tapi mereka terlihat begitu "High" jadi aku gak berani nyapa, ntar dikira SKSD hehehe.

Di bandara

Singapore
Halo Singapore ...!!! :D

Ah, sekitar pukul 10 pagi pesawat yang aku tumpangi mendarat di negeri singa laut itu. hal pertama yang aku lakukan ialah mengatur jam tanganku yang masih menunjukan pukul 9 waktu Indonesia, karena memang Singapore memiliki waktu lebih cepat satu jam.


Ajigileee...Ini bandara keren abis, soalnya Changi Airport merupakan bandara ke dua yang aku injak setelah Bandara Husein Bandung pagi itu. tapi kekagumanku terhenti saat sadar aku belum masuk dan melewati petugas imigrasi.


Lakban Coklat

di singapur bersama "lakban Coklat" :)
Malam itu Aku memang berniat menginap di Bandara Husein Sastranegara Bandung, sebenernya sih mau nyobain aja sebagai solo backpakcer yang pertama kali gimana sih rasanya tidur di bandara. soalnya kan selama ini cuman baca di buku atau blog pengalaman orang lain saja hehehe.


Well, setelah persiapan lengkap, satu tas ransel yang isinya pakaian, jas hujan, alat mandi, makanan, obat-obartan dan satu tas kecil yang aku soren dan isinya passpor, dompet, alat tulis, power bank, handpone, dan sebagainya yang sekiranya dibutuhkan dengan segera, termasuk alat tulis.


Popular Posts