Gadis India, Kota Melaka, dan Pengantin Baru

08.04

Gadis itu...
Selamat pagi Malaysia :). Aku keluarkan persediaan Super Buburku (Bubur Instan) yang aku bawa sebagai bekal dari Indonesia, lumayan buat sarapan pas lah ya hehehe.

Oh iya sebgaia bocoran aja nih ya, Aku dari Indonesia bawa bekel cukup banyak, mulai dari bubur instan,  coklat yang serebu limaratusan, coklat yang gopean (coki-coki), sukro, permen, dan sebagainya.

juga obat obatan, seperti minyak angin, salon pas, obat diare, obat mag, tolak angin dan sebagainya, hahaha.
Tapi so far itu semua sangat membantu, "jangan sepelekan hal kecil" kata temenku, bener juga, jadi semuanya sudah siap siaga.

Aku kedapur dan memasak air panas, nampaknya Kieran sudah pergi ke kampusnya, dia memang cerita berangkat mengajar di pagi hari. Rekannya Kieran sepertinya sih masih tidur, well jadi masak buat sendiri saja di dapur bule hahahay.


Sambil menikmati bubur instanku pagi itu, aku melihat ke beberapa sudut rumah Kieran, bersih dan rapi, dia juga memiliki beberapa koleksi kaktus di depan rumahnya.

Dapur Kieran
Sarapanku
Setelah sarapan, mandi dan siap berangkat, aku membangunkan rekan Kieran yang masih tidur dikamarnya, Aku pun berpamitan, tapi sebelumnya lagi lagi aku di ingatkan harus naek transportasi apa. tujuanku kali ini adalah menjelajah kota merah, Kota Melaka yang jadi salah satu Heritage City oleh UNESCO.

Kieran pun sudah memberi tahuku tentang jalur transportasinya. sebelum pergi aku menyimpan sebuah surat dikamar yang di dalamnya sebagai ucapan terimakasih ku pada kieran.

Alhamdulilahnya, selter tempat pemberhentian Bus Kota nya tidak terlalu jauh dari rumah Kieran, hanya berjalan sekitar 50 meter sudah sampai di pinggir jalan. aku pun menunggu sambil menikmati sejuknya Bukit Beruang pagi itu.

Maaf ya kawan, lagi lagi aku lupa nomor bus yang aku tunggu untuk digunakan menuju Kota Melaka, seperti yang aku bilang intenerary ku hilang di Bangkok (nanti aku ceritakan), dan soft file nya juga gak ada, so sad, but lanjut aja deh hehehe.

Belum lama aku duduk, dateng dari arah kanan seorang gadis sebaya denganku, dia berperawakan seperti orang India. gadis itu duduk di sampingku, hmmm...sepertinya kami hanya terdiam untuk sesaat.

Aku mulai menegur dan menyapanya, ternyata dia adalah warga Malaysia aseli, namun memang ia keturunan suku India. bahkan ketika ditanya tentang apakah dia pernah ke India? "Aku bahkan belum pernah kesana" ungkapnya dalam bahasa inggris.

Kami ngobrol sangat hangat, dia adalah salah satu mahasiswa jurusan arsitektur di salah satu Universitas di Malaysia. dan dia hendak peri ke kampusnya. dan kebetulan kita akan menaiki bus yang sama.

Selain itu dia juga mengatakan bahwa Kota Melaka letaknya lebih awal daripada kampusnya, dan dia akan menunjukan lokasinya padaku. wah baiknya :)

Setelah cukup lama menunggu, busnya dateng juga. ongkosnya murah ko, meskipun gak inget secara detail tapi ongkosnya kurang dari 5 RM (Ringgit Malaysia) ko.

KOTA MELAKA

Gereja Merah di Melaka
Setibanya di Kota Melaka, aku disambut dengan bangunan bangunan berarsitektur kuno dan berwarna merah. wah ternyata benar seperti yang aku baca di cerita orang lain, cukup indah lah hehehe. kalo di Indonesia mungkin kita punya Kota Tua, Tapi ini lebih bersih dan lebih banyak bule menurutku. hehehe

Aku melihat salah satu bangunan yang tak asing, kalo gak salah itu salah satu gereja berwarna merah yang sering aku lihat di blog orang lain yang juga pernah kesini. yap, aku keluarkan kamera pocketku, dan jepret aku poto sana sini.

Niatnya sih aku mau selfie, tapi ada salah satu tukang becak hias yang menawarkan dirinya untuk membantuku mengambil foto. ya sebenarnya sih dia menawarkan becak hiasnya untuk berkeliling Kota Melaka, dengan tarif anatara 25 RM sampai 30 RM. tapi aku memilih untuk berkeliling dengan jalan kaki saja hehehe.

Becak Hias
Saat sedang asik foto foto, aku melihat dua orang yang juga berfoto disekitar gereja itu. Aku langsung curiga mereka adalah orang Indonesia, selain karena wajahnya aku pun mendengar dari kejauhan cara mereka berbciara, samar samar menggunakan bahasa Indonesia.

Dengan segenap keberanian aku mendekati mereka dan menawarkan diri siapa tau mereka mau di foto berdua, mereka sempat terkaget saat aku berbicara berbahasa Indonesia. mereka bilang "Oh kamu dari Indonesia juga, aku kira kami orang china" hehehe kata teteh nya :)

Singkat cerita, ternyata mereka adalah sepasang suami isteri yang sedang bermulan madu. aku akhirnya di ajak jalan bareng sama mereka, gak enak juga sih takutnya ganggu yang bulan madu, tapi toh mereka super baik banget. katanya sih mereka inget adik mereka yang seusiaku, jadi mereka gak tega ninggalin aku sendirian, aduk kaka :D hahaha

Tuhan memang mengirimkan mereka untuku, selama kita jalan bareng aku benar benar ditawarin ini itu, kita makan dibayarin, kita beli jajanan dibayarin juga, sampai ongkos taksi pun di bayarin, Alhamdulilah sesuatu :)
Bersama Kakak Kakak yang baik hati di pinggir sungai, di Melaka

Here We Are...
Untuk mengelilingi melaka sangat mudah, karena banyak sekali petunjuk jalannya. kalau kita bingung kita bisa datang ke Tourist Informations Center, tak jauh dari Bangunan Merah dan Gereja Merah.

Oh ia, selain becak hias kita juga bisa menyewa sepeda untuk berkeliling. dan kalau berbicara makanan, di sekitar Kota Melaka ini semuanya halal ko. :)

Saat kita bersama menuju Melaka Sentral untuk kembali melanjutkan perjalanan masing-masing, mereka memberikan ku bekal roti, "ini untuk kamu di jalan" katanya, terharu sangat :)

Karena memang kita beda tujuan, mereka hendak melanjutkan perjalnan ke Kuala Lumpur, sedangkan aku akan ke putrajaya via bersepadu. ongkosnya sekitar 20 RM. sama seperti yang di lakukan di terminal larkin, kita akan menjumpai banyak sekali Loket Tiket Bus. jadi tinggal cari sesuai tujuan kita ya kawan.

terimakasih kakak kakak yang baik hati, semoga menjadi pasangan yang langgeng :)

To Be Continue...







You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts