Lakban Coklat

03.56

di singapur bersama "lakban Coklat" :)
Malam itu Aku memang berniat menginap di Bandara Husein Sastranegara Bandung, sebenernya sih mau nyobain aja sebagai solo backpakcer yang pertama kali gimana sih rasanya tidur di bandara. soalnya kan selama ini cuman baca di buku atau blog pengalaman orang lain saja hehehe.


Well, setelah persiapan lengkap, satu tas ransel yang isinya pakaian, jas hujan, alat mandi, makanan, obat-obartan dan satu tas kecil yang aku soren dan isinya passpor, dompet, alat tulis, power bank, handpone, dan sebagainya yang sekiranya dibutuhkan dengan segera, termasuk alat tulis.




Setibanya di Bandara Husen, ternyata bandara yang melayani penerbangan domestik dan internasional ini masih standar pelayanannya, termasuk pelayanan fasilitas bagi yang menunggu, terbukti saya tidur di kursi dan itu dingin sekali hehehe. tapi ini asik :)


Malam itu berasa panjang banget, berkali-kali Aku buka lembaran yang aku print kemarin siang, yap lembaran yang berisi kode untuk chek in dan dapetin boarding pass. soalnya kan untuk penerbangan ke singapore kebetulan dapet promo cuman Rp.150.000 saja menggunakan Air Asia dengan chek in menggunakan sistem komputer.


Catetan buat yang pertama banget ke luar negeri, usahakan dateng lebih awal ya sebelum jam pemberangkatan untuk melakukan chek in baik manual maupun otomatis. Dan kalo ngomongin tiket promo sering-sering aja ya berselancar di internet, salah satunya kamu bisa nongkrongin tiket promo jauh-jauh hari di Tiket.com.


Oke balik ke cerita hehehe, sekitar pukul 06.00 WIB saya bisa masuk kedalam bandara tentunya setelah menyerahkan boarding pass pada petugas. kemudian saya ikut berbaris dengan yang lain untuk membayar Tax (pajak bandara), untuk domestik cukup membayar Rp. 30.000 kalo gak salah, tapi untuk rute internasional kita membayar Rp.70.000.


Ada kejadian lucu saat hendak membayar pajak bandara pagi itu, karena memang ini pertamakalinya Aku masuk ke bandara, tanpa ba bi bu Aku langsung ikut berbaris dengan puluhan orang lainnya, hmmm kebagian paling belakang.


Ketika Aku hendak melihat sebarapa panjang antrian itu, aku menengok dengan cara memiringkan badan, dan tiba-tiba... "Gubrakkk..." sesuatu jatuh dari tasku, dan Astaghfirullah...ternyata itu adalah Tumbler minum ku dengan ukuran 1 liter, tumbler itu pecah dan otomatis semua airnya tumah ruah malunya hihihi.


Sang solo backpacker tidak kehabisan akal, langsung di ambil tumbler yang sudah pecah itu, untunglah hanya bagian atasnya saja yang pecah, dan bim salabim sebuah lakban berwarna coklat aku ambil di dalam tas, dan dibalutlah tumbler yang pecah tersebut dengan lakban tersebut hahahaha, ada gunanya juga membawa lakban.


Hingga alhasil, aku tengteng lah itu tumbler, meskipun jadi perhatian orang lain tapi woles lah hehehe. meskipun dalam hati menggrutu "Belum apa-apa udah malu-maluin hihihi". berkat tumbler yang aku perban dengan lakban coklat itulah aku sempat di interogasi oleh petugas bandara, "Itu Apa? Itu Air Apa? Kenapa Begitu? dan sebagainya". sesuatu :)


Indah kan :)
Tapi Alhamdulilah, akhirnya duduk juga di sebuah kursi pesawat tepat di samping jendela, dengan berpegangan kuat pada kursi dan membaca berbagai jenis doa karena takut pesawat jatuh...akhirnya aku terbang meninggalan Bandung, Meninggalkan Indonesia untuk sementara hehehe.


Decak kagum dan bersyukur aku ucapkan berkali-kali saat pesawat mulai berada di atas awan, indahnya pemandangan saat itu, bagaikan di negeri awan :)









You Might Also Like

2 komentar

  1. Wah keren juga yah gan, pergi ke singapura dengan harga tiket murah. Hal menarik adalah ketika sobat menggunakan lakban coklat tersebut. Kalo saya menggunakan lakban coklat brand TM yang dapat dipesan di http://lakban.co.id/opp-tape/

    BalasHapus

Popular Posts