Sepotong Coklat Persahabatan

05.29

This is Nadia
Cerita ini Aku tulis untuk gadis ITB, Nadia... Siapakah dia? mari cari tahu di bawah ini :) 

Akhirnya, kecapaian juga ketemu patung singa di merlion park. Setelah makan roti bekal dan minum seteguk air kehidupan yang di bawa (Lebay...), Aku berjalan menaiki tangga ke sebuah jalan yang tepat berada di belakang merlion park.

Di jalan itu kita bisa menikmati merlion park secara utuh loh kawan, dan sepanjang jalan itu juga terdapat bunga warna ungu yang menambah hiasan di tengah bangunan arsitektur Singapore. 

Jalan yang lurus
Saat Aku melihat merlion park dari atas jalan, dan mengambil beberapa gambar, dari arah depan berjalan seorang wanita seumuranku. 

wanita berambut tak terlalu panjang itu menurutku cukup manis dengan kulit mirip Farah Queen,  dengan kaos belang, jam tangan putih dan tas hitam yang digendongnya.

Langsung saya layangkan senyuman ketika dia mulai mendekat, karena kita memang berlawanan arah. Bukan tebar pesona ya kawan, tapi aku minta bantuan dia untuk ambil foto. Selain itu aku curiga dia adalah orang Indonesia, dan aku berharap dia wanita yang baik hati.

Ternyata eh ternyata, dia adalah mahasiswi ITB asal jakarta, namanya Nadia, dia sedang di singapore untuk keperluan kerjanya. bener dugaanku, she is Indonesian :)

Allah memang mencitaiku, Amin :). betapa tidak, ditengah panasnya terik matahari singapur siang itu aku dipertemukan dengan Nadia yang umurnya lebih tua satu tahun denganku, eh bukan masalah umur hehehe. Tapi dengan senang hati Nadia mau menemani ku berkeliling Singapura.

Tidak tanggung, dia ibaratkan jadi Guide ku selama di Singapur. ini bukan kali pertamanya Ia ke Singapur, jadi masalah jalan, transportasi dan tempat rekreasi dia udah hafal betul. 

Yap, saat aku bilang ingin berkeliling singapur, kita langsung deal jalan bareng. Yihaaaa...Alhamdulilah dapet temen yang tau arah kaki akan melangkah.

Aku selip itineraryku, dan aku ikuti itinerary berjalan, Nadia.  Entah namanya apa, yang jelas siang itu aku di ajak berkeliling singapura.

Salah satu tempat yang kita kunjungi adalah Vivo City dan sentosa Island, termasuk kawasan Universal Studio dong hehehe.

wah ternyata di atas Vivo City (Mall) ada kolam berpasir gitu, mirip pantai mini hehehe.

Sepanjang perjalanan kita habiskan dengan mengobrol sambil menikmati coklat yang ku bawa dari Indonesia, meskipun coklat murah meriah, namun itu cukup menambah suasana hangat obrolan kami.

betapa tidak, Nadia juga adalah seorang Backpacker, ia sudah berkeliling Vietnam sebelumnya. Beberapa album foto perjalanannya pun diperlihatkan padaku di sela obrolan kami.

Wah jadi makin semangat menjelajah empat negara lainnya yang sudah kutulis di itineraryku. berrrr bergetar rasanya, ngebayangin diri sendiri yang ternyata lagi ketawa ketiwi ngobrol di negeri orang. kalo dulu kan cuman lihat di TV atau baca di buku, atau gambarnya aja yang di pasang di dinding kamar hehehe.

Selain ngobrol sambil asik menikmati singapur, aku pun belajar banyak di negeri singa laut itu. bagaimana masyarakatnya yang disiplin, tertib lalu lintas, dan sangat menjaga kebersihan. ya meskipun seperti di rumah sakit sih hehehe becanda.

Soalnya aku gak nemu sampah loh, dan berasa jadi yang paling kucel dengan tas ransel di punggung hehehhe. Bahkan nih ya, saat di Merlion park sempat terjadi angin berhembus kencang, dan bikin beberapa lembar plastik, kertas yang dipegang orang berhamburan ke danaunya.

Gak lama kemudian datang sebuah perahu dan disana ada orang yang memegang jaring tersu ngambilin sampah yang tadi berhamburan ke danau, padahal jumlahnya gak nyampe sepuluh biji. HEBAT!

Lalu lintasnya, ajib deh pokonya. berasa punya nyawa lebih dari satu hahaha. kalo di Indonesia kita mau nyebrang di jalan raya, sekali pun di Zebra Cross tetep aja takut ketubruk karena pengendaranya yang aduh kalian tahu sendiri kan ya.

Sementara  di Singapur, aku baru nginjak trotoar aja itu kendaraan udah pada berhenti dan memberikan kesempatan bagiku untuk menyebrang. suer terharu dan bengong sendiri.

Bukan niat membandingkan, tapi aku berharap negeriku bisa demikian suatu hari nanti. Amin :)

Nadia sih ketawa aja ngedengrin aku berkomentar tentang berbagai hal di Singapura, tapi dia sependapat ko kalo di Singapur itu seperti Rumah Sakit, aman, tertib, dan bersih hihihi.

Hingga akhirnya Aku terpisah dengan Nadia, karena sore harinya aku harus melanjutkan perjalanan ke Negeri Jiran , Malaysia.

Sayangnya kontak Nadia kehapus, sekarang aku gak bisa say Hi ke Nadia. Tapi Nadia bakal tetep jadi kawan hebat dihatiku, semoga Tuhan mempertemukan kita lagi ya sahabat.

To Be Continue dulu ya kawan... Tapi ini ada beberapa foto jalan jalanku bersama Nadia.


Di Universal Studio

Singapore





 









You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts