Di bandara

10.25

Singapore
Halo Singapore ...!!! :D

Ah, sekitar pukul 10 pagi pesawat yang aku tumpangi mendarat di negeri singa laut itu. hal pertama yang aku lakukan ialah mengatur jam tanganku yang masih menunjukan pukul 9 waktu Indonesia, karena memang Singapore memiliki waktu lebih cepat satu jam.


Ajigileee...Ini bandara keren abis, soalnya Changi Airport merupakan bandara ke dua yang aku injak setelah Bandara Husein Bandung pagi itu. tapi kekagumanku terhenti saat sadar aku belum masuk dan melewati petugas imigrasi.



Sampai lupa, informasi penting nih. di tengah perjalanan dalam pesawat menuju singapore kita akan diberikan satu kartu oleh pramugari yang harus di isi. Selain identitas kita, kita juga harus mengisi tujuan kita di singapore kemana dan tinggal dimana.


Jadi persiapan alamat tinggal kita selama di singapore, jika kita tidak akan menginap ya tetep isi saja dengan salah satu alamat hotel misalkan. Jika tidak diisi itu bisa menjadi masalah nanati pada saat Imigrasi.

Saat itu aku menuliskan salah satu alamat Apartemen kawanku yang asli orang singapore, meskipun dia tidak bisa bertemu langsung denganku,tapi ia memberikan alamat Apartemennya.


Mataku kesana kemari mencari tulisan yang mungkin akan membantuku menemukan arah menuju imigrasi, yap berbekal Itineraryku (Itinerary merupakan catatan yang kita buat sendiri sebagai panduan kemana kaki akan melangkah hihihi) aku membaca petunjuk yang mengarah ke imigrasi.


Tak lupa aku mengambil setiap map/peta yang di sediakan, sesuai saran temanku ketika di Indonesia. "Ambil map apapun di bandara, gratis ko, lumayan buat penunjuk jalan" aku ingat pesan teman yang juga seniorku itu.



Setelah Imigrasi dilewati dengan sukses, meskipun Tumbler dengan lakban coklatku lagi dan lagi jadi sasaran hahaha, aku pun berangkat mencari transportasi selanjutnya yang akan aku tumpangi dari bandara untuk berkeliling Negeri Singa Laut it.


MRT salah satu kendaraan yang tertulis di itineraryku, langsung aku cari cara bagaimana agar Aku bisa naek itu transportasi. Aku langsung bertanya pada satu petugas wanita berperawakan India, dia berdiri di depan pembelian kartu/tiket MRT.


"Bismilah..." dalam hatiku sebelum bertanya, hehehe. berbahasa inggris menjadi salah satu modal berkomunikasi di singapur ya kawan, gak fasih dan gak jago jugagak jadi masalah, yang penting yang di ajak ngomong ngerti hehehe.


Oh iya, masalah duit, Aku sudah persiapkan jauh hari di Indonesia. aku membawa Dolar Singapur dari Indonesia, jadi tidak ribet nuker uang di singapur. termasuk aku juga udah tentuin berapa budget yang harus di keluarkan di singapur.


Finally, Tiket MRT di tangan....yihaaa meluncur Exploring Singapore

To Be Continue... 

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts