Tentang Kieran, dan Bagaimana Aku Mengenalnya

22.18

Well, Halo kawan...
"Aku baru saja tiba di Terminal Melaka Sentral, Malaysia..." saat itu. Ku lihat jam tangan sudah menunjukan pukul 10 malam, lumayan pegal badan ini setelah berkeliling singapura dan menempuh perjalanan darat ke malaysia.

Aku merapihkan semua barang bawaanku, ransel, tas soren, dan memakai kembali topi hitamku. Aku melirik kiri kanan dan kulihat salah satu tempat makanan yang tak asing, MC'D.

Bukan untuk rehat sejenak dan maenikmati ayam gorengnya yang renyah, tapi aku sudah mempunyai janji bertemu dengan salah satu kawan yang akan memberikan tempat menginap malam itu.



Melaka sentral tak hanya terminal Bus biasa, disini juga banyak sekali jajanan, tempat makan, dan pasar aksesoris lainnya. suasananya ramai, tapi aku sudah janjian dengan kawanku bertemu di depan MC'D, wahhh..aroma ayam goreng dari dalam menusuk hidungku. sabar hahaha.

Tak lama seorang berperawakan tinggi datang dengan senbuah motor besar, motor itu di lengkapi dengan bagasi di kanan kirinya. nampak unik. Orang itu adalah kawanku, namanya Kieran, dia adalah seorang Bule dan dosen filsafat di Malaysia.

Ternyata bagasi di motor itu sanggup menampung semua barang bawaanku, wah keren ini motornya hahaa. setelah bercakap sebentar karena ini memang pertama kalinya kami bertemu secara langsung, aku langsung ikut menuju rumahnya, di Bukit Beruang, tak jauh dari Melaka Sentral.

Sepanjang perjalanan kami mengobrol banyak hal, mulai dari perkenalan diri, aktivitas, bahkan dia pun menanyakan sedikit tentang perjalnanaku ber solo backpacker dari Indonesia.

Setibanya di rumah Kieran, aku di sambut oleh salah satu rekan bule nya yang juga menginap dirumahnya. dia adalah bule dari perancis.

Aku sendiri lupa darimana Kieran berasal, aku di persilahkan ke salah satu kamar yang ia sediakan untuku menginap. disana ada ranjang yang lengkap dengan kasur, bantal dan selimut. juga ada lemari dan sebuah kipas angin.

Dia juga memperlihatkan dapur dan ruangan lainnya, dia mempersilakan aku untuk melakukan  apapun di rumahnya. "Jangan sungkan , lakukan apapun dan ambil apa saja yang kamu mau" katanya dalam bahasa inggris padaku.

Malam itu kami bertiga pergi ke salah satu tempat untuk menikmati kuliner malam. aku di bawa ke pusat makanan malam di Bukit Beruang, tepatnya di seberang kampus MMU yang dulu. Sausana nya ramai sekali, orang orang berkumpul dan tertawa di sana sini, ada yang bersama keluarganya dan ada juga yang bersama rekan sebayanya.

kami mendapat tempat duduk di tengah, aku memesan satu porsi mie dengan campuran ikan laut, juga sebotol pepsi. sementara Kieran dan rekannya memilih sup dan sebotol minuman beralkohol.
buat yang pertama kali melancong ke negeri asing, menjadi Vegetarian atau pecinta sea food menjadi alternatif kalo khawatir makanan yang lain tidak halal.

kami ngobrol banyak hal, Kieran bercerita tentang pengalamannya menjelajah beberapa negara, begitupun rekannya. Aku pun tak mau kalah, meskipun hanya baru Singapur aku dengan sangat antusias bercerita kepada mereka.

Kieran pun sangat terkejut karena ternyata menurutnya aku ini cukup kecil untuk ber backpacker sendirian, hahaha... tapi so far dia sangat salut dengan keberanianku. ehem :)

  

Bagaimana aku bisa kenal dengan Kieran? lalu bagaimana juga dia mau memberikan tempat menginap untukku?

Sekitar satu tahun yang lalu, aku di perkenalkan oleh salah satu rekanku Ade Lukman tentang Couchsurfing.org, itu merupakan salah satu layanan layaknya media sosial yang memberikan kesempatan kepada kita untuk menerima atau bahkan mengirim permintaan tinggal/menginap di tempat seseorang, tidak hanya di Indonesia namun juga di seluruh dunia.

Disana kita bisa membuak akun sendiri dan menambahkan keterangan lainnya, selain itu kita juga bisa membuat sebuah rencana perjalan ke negara lain dan melihat siapa saja di negara tujuan kita yang bersedia menerima permintaan meng Host (menerima untuk menginap) kita.

Termasuk sebelum aku pergi dari Indonesia, aku mencari kawan yang sekiranya dapat memberikan temvat tinggal selama aku di negara tujuanku. dan Kieran adalah salah satunya yang memberikanku kesempatan untuk tinggal di rumahnya selama di Bukit Beruang, Malaysia.

Namun, kita juga jangan sembarangan untuk mengirim permintaan tempat tinggal di sini, kita harus hati hati. bacalah dengan seksama profil orang yang kita kirim pesan permintaan tinggalnya, lihat aktivitas galery dan referensinya.

dalam referensi, kita akan melihat sudah berapa orang yang sudah pernah tiggal di temvatnya, dan kita juga akan melihat bagaimana respon dari orang orang yang sudah pernah bertemu dengannya, respon ini bisa Negatif, bisa juga positif. ini bisa menjadi acuan kita.

Alhamdulilah, Aku tinggal di rumah Kieran dan baik baik saja. Selain memberikan fasilitas yang gratis, Kieran pun sangat menerima perbedaan, toleransi, dan memberikan banyak pelajaran. terutama tentang keberanian menjelajah Dunia :)

Jadi, selamat mencoba ya kawan, dan selamat menjadi WARGA DUNIA :D

To Be Continue...

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts