Backpackeran Ke Bali Bagian-1

02.02



Lagi Break di Kantor

Jadi ceritanya perjalanan ini dimulai dari sebuah obrolan ke sana ke mari di sela-sela break waktu magang di salah satu redaksi TV di Jakarta dengan seorang teman, sebut saja teman saya itu Ferdy, tapi serius nama aslinya memang itu.

Kenalin ini teman saya, Ferdi :)
Sekitar satu bulan sebelum masa magang kami berakhir, kami sering berbincang seputar perjalanan, petualangan, diskusi tentang acara-acara yang berbau backpacker atau penjelajahan suatu wilayah, objek wisata atau lainnya dari youtube. 


Sampailah kita membahas “jadi kita kemana?”, saat itu momennya emang pas kali ya, sekitar bulan November 2014. Kami tetiba saja merencanakan untuk jalan-jalan bareng pada saat magang berakhir di bulan Desember.

Sambil ngobrol kita pun cek-cek harga tiket dan browsing blog atau tulisan orang lain yang udah ngalamin backpackeran ke Bali. Pas liat tiket, waktu itu masih Rp. 50.000 untuk rute Stasiun Kiara Condong – ke Stasiun lempuyangan , begitupun dari stasiun Lempuyangan- Banyuwangi Baru harganya sama. Tanpa pikir panjang, kita pun deal langsung booking tiket keberangkatan saat itu juga.

Perjalanan Dimulai

Siap untuk bertualang
Perjalanan kami dimulai pada 27 Desember 2014, untuk bisa berangkat ke Bali, Saya dan Ferdi harus ke Stasiun Kiaracondong karena kami memang memilih kereta kelas ekonomi (harus maklum, judulnya kan “backpackeran” hehehe). 

Kereta yang kami tumpangi berangkat sekitar pukul 20:00 WIB dengan tujuan Stasiun Lempuyangan Jogjakarta, dengan harga Rp.50.000,-.

Karena saya dari Cibiru, Bandung timur, maka saya gunakan angkot Cileunyi-Caheum kea rah Caheum ba’da maghrib dengan tariff sekitar Rp.5.000,-, setelah tiba di terminal Cicaheum kemudian saya lanjut naik angkot Caheum-Binong  dengan tariff Rp.5.000,-(nanti bilang aja sama supirnya berhenti di stasiun Kiaracondong.

Oh ia, kita harus jalan sekitar 100 M untuk bisa masuk lewat pintu masuk stasiun, dan betapa kagetnya saya, stasiun padat dengan manusia-manusia hingga untuk jalan ke dalam saja kita harus berdesak-desakan, untunglah saya berhasil bertemu dengan Ferdi ditengah-tengah hiruk piuknya manusia itu.

Suasana di Stasiun Kiaracondong
Setelah mengantri cukup lama untuk masuk ke dalam kereta (sebelumnya Ferdi sudah menukarkan bukti pembelian tiket ke loket/ mesin khusus di stasiun), kami akhirnya berhasil masuk kereta Gerbong 1, dan isinya ternyata anak-anak SMP yang lagi pada mau liburan ke Jogja, hmmm “Gak bisa tidur” sepanjang malam hahaha.

Kenapa gak bisa tidur? Jadi itu anak SMP gak ngerti heboh di dalam kereta, nyanyi-nyanyi, jalan-jalan di gerbong udah seperti di museum, foto-foto pake flash, dan lain sebgaianya. 

Setelah diselidiki, ternyata e ternyata itu satu gerbong isinya anak-SMP semua dengan dua orang guru pendamping, So, enjoy the night LOL.

Kami tiba di stasiun Lempuyangan sekitar pukul 5 pagi, 28 Desember 2014. kami langsung ke Mushola untuk solat subuh dan bersih-bersih. Sambil menunggu kereta yang akan kami tumpangi selanjutnya, yaitu dari stasiun Lempuyangan ke stasiun Banyuwangi baru, kami sempatkan sarapan dengan bekal yang di bawa dan mendokumentasikan suasana pagi hari di stasiun.

Suasana Stasiun Lempuyangan di Pagi Hari

Sarapan Dengan Bekal Ikan Asin

Siap Menuju Banyuwangi
Jadi udah ke gambar ya, ke Bali dengan jalur darat itu kita naik kereta dari bandung ke jogja, kemudian dilanjut lagi dari jogja ke banyuwangi.

Perjalanan ke Banyuwangi lebih santai, kami tetap duduk di gerbong 1, hanya saja penumpang di gerbong itu kosong, saya pun dan Ferdi hanya duduk berdua di tempat duduk dengan kapasitas empat orang. Di kereta tujuan Banyuwangi ini sedikit berbeda, gak heboh seperti semalam, isinya anak-anak muda dengan penampilan dan barang bawaan hampir sama dengan kami, yap ternyata mereka juga backpacker sama seperti kami.

Disela-sela perjalanan, kami sempatkan berkenalan dan mengobrol dengan beberapa penumpang di dekat tempat duduk kami, ada yang dari bogor, depok dan Sukabumi. Lebih mengasyikan dari perjalanan semalam hehehe.

Stasiun Banyuwangi Baru
Sekitar pukul 10 malam karena keretanya cukup telat dari jadwal, kami tiba di stasiun banyuwangi. 

Dari stasiun banyuwangi, kita harus ke pelabuhan Katapang agar bisa menyebrang ke Pelabuhan Gilimanuk. Jarak dari stasiun banyuwangi ke pelabuhan katapang tidak jauh.

Sebenernya kita juga bisa naik becak, tapi jika ingin menghemat kita pilih jalan kaki saja seperti yang saya dan Ferdi lakukan, sekitar 100 Meter kita sudah sampai di Pelabuhan Katapang, kalau bingung tinggal ikuti saja orang-orang yang berpenampilan bapckpacker berjalan, beres hehehe.
Andri, Salah satu backpacker dari Bogor
Tiket kapal penyebrangan sekitar Rp.8.000,’/ orang dengan lama penyebrangan kurang lebih satu jam saja. 

Saya dan Ferdi memilih duduk di dek kapal sambil menimati lampu-lampu di pelabuhan dan kapal-kapal lain. Di Dek kami bertemu kembali dengan para backpacker dari bogor, kami pun akhirnya memutuskan untuk bersama-sama hingga sampai di Bali.

Setelah kurang lebih satu jam menyebrang, akhirnya kita tiba di Pelabuhan gilimanuk, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengatur waktu di jam kita, karena untuk wilayah Bali waktu lebih cepat 1 jam. Jadi pada saat itu di pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 1 dini hari.

Perjalanan menuju Bali belum selesai, di Gilimanuk kita harus mencari transportasi darat menuju Denpasar atau Legian atau Kuta, karena sudah dini hari maka sangat susah menemukan transportasinya, apalagi Saya dan Ferdi baru pertama kali, rasa takut akan penipuan atau dibohongi pun muncul.

Tapi kami tidak kehabisan ide, sebagai saran jika kamu backpack dengan cara yang sama dan tiba di Gilimanuk dini hari, cobalah untuk kenlan dengan backpack yang lain dan berdiskusi untuk berangkat bersama-sama ke Bali. Di Gilimanuk, kita bisa menemukan kendaraan jenis Elf atau bus ¾ ,akan lebih baik jika kita naiknya barengan dengan backpack yang lain.

Saat itu, Saya, Ferdi dan teman dari Bogor yang kami jumpai di kapal akhirnya bergabung dengan backpacker yang lainnya yang kami jumpai di Gilimanuk, termasuk dengan lima orang backpacker dari Sukabumi, kami akhirnya sepakat naik bus tersebut dengan tariff Rp.50.000,- hingga ke Legian, Bali. Perjalanan dari Gilimanuk ke legian sekitar 3-4 jam, jadi lumayan bisa beristirahat di dalam mobil.

Selama perjalanan saya coba kontak salah seorang teman yang tinggal di Bali, Mr.Godang Siregar sang penyelamat hehehe, sbelumnya saya sudah menghubungi Godang tentang rencana saya mengunjungi Bali bersama seorang teman, sebagai backpacker kadang penginapan menjadi salah satu hal yang harus di perhatikan, karena pada saat itu sedang di penghujung tahun dan menuju tahun baru 2015 maka dipastikan penginapan agak mahal dari hari biasanya.

Dengan kejujuran dan keberanian dan harapan yang besar hahaha, saya menghubungi Mr.Godang yang sedang kuliah di Udhayana, untuk bersedia menampung kami selama di Bali. Memang sebuah kado dari Tuhan, Godang mempersilakan kami untuk tinggal di tempatnya. Bahkan dia pun siap menjemput jika kami sudah tiba di Bali, ah baiknya.

Selamat datang di Legian, Bali (pagi hari)
Bus ¾ yang kami tumpangi akhirnya tiba di Legian, Bali sekitar pukul 5 pagi 29 Desember 2014, Saya pun dengan berat hati harus berpisah dengan teman-teman sesama backpacker lainnya, termasuk teman baru kami dari Bogor dan Sukabumi.

Tempaat tinggal Godang di sekitar Ibu Kota Bali, Denpasar, sekitar 30 menit dari Legian, saya pun menghubungi Godang yang kebetulan pagi itu sudah di Bandara mengantar rekannya.

Sambil menunggu, saya dan Ferdi memutuskan untuk duduk di salah satu minimarket dan membeli beberapa makanan untuk sarapan. 

Ini dia Mr.Godang :D
Sekitar pukul 6 pagi, Godang datang menjemput dengan mobilnya dan menuju Denpasar, seperti yang saya katakan jarak dari legian ke Denpasar menghabiskan waktu sekitar 30 menit.

Cuman ngasih tau aja nih, Godang itu salah satu teman saya di komunitas yang dibentuk oleh sebuah TV swasta ternama di indonesia, Godang ini asli dari Bekasi.

Terakhir ketemu sekitar tahun 2012 di bulan ramadhan, jadi sangat beruntung sekali Godang masih ingat saya hehehe.

tidak terasa kami habiskan mengobrol di mobil tentang Bali, objek wisata, dan banyak lagi, hingga tibalah kita di markas Mr. Godang. Saya dan ferdi pun istirahat sejenak.



 Itenarary Backpackeran ke Bali Bagian-1
 
27/12/14
18:30-19:00 WIB
Cibiru-Stasiun Kiara Condong
-Angkot Cibiru-Caheum

-Angkot Caheum-Binong

Rp.5.000,-



Rp.5.000,-
20:00-05:00 WIB
St.Kiaracondong-St.Lempuyangan
Kereta Ekonomi
Rp.50.000,-
28/12/14
07:30-22:00 WIB
St.Lempuyangan-St.Banyuwangi
Kereta Ekonomi
Rp.50.000,-
23:00-00.00 WIB
Pelabuhan Katapang-Pelabuhan Gilimanuk
Kapal Fery
Rp.8000,-
29/12/14
01:30-05:00 WITA
Gilimanuk-Legian
Bus 3/4
Rp.50.000,-
TOTAL
Rp.168.000,-

To Be Continue…

You Might Also Like

3 komentar

  1. "jadi kemana kita" memang awal dari perjalanan seru2 haha

    salam kenal

    BalasHapus
  2. Wah saya baru cek postingan satu, maaf baru balas ya hihihi. Ia, yang gini emang seru. hehehe

    salam kenal juga :)

    BalasHapus
  3. Wah saya baru cek postingan satu, maaf baru balas ya hihihi. Ia, yang gini emang seru. hehehe

    salam kenal juga :)

    BalasHapus

Popular Posts