Backpackeran Ke Bali Bagian-2

02.19



Pangeran Kehujanan

Setibanya di kosan Godang, di Jalan Pulau Seram No.2 Denpasar, kami sempatkan untuk istirahat sejenk, termasuk mandi karena udah dua hari gak mandi LOL. 

Saya dan Ferdi sempat berbincang tentang tujuan pertama yang akan kita kinjungi hari itu, sempat bingung dan minta pendapat Godang juga, hingga akhirnya kita putuskan mengunjungi Pantai Pandawa. 

Tapi sebelum kita berangkat, hal pertama yang harus dilakukan adalah sewa motor. Karena di bali gak ada angkot, meskipun katanya ada bus kota tapi sangat jarang dan gak saya jumpai sekali pun.

Karena waktu itu tepat 29 Desember dan merupakan penghujung tahun 2014, maka harga-harga sewa motor di beberapa tempat yang biasanya menyewakan seperti di kawasan Kuta dan legian berkisar Rp.50.000.


Informasi ini juga diperkuat dari seorang teman yang juga lagi berkunjung ke Bali, tapi belum sempat ketemu. Namanya Roni, salah satu teman dari Grup Exploring Jakarta. Ketika itu saya chat di grup menanyakan tentang Host di Bali, karena kebetulan sangat susah mencari Host di Bali di penghujung tahun.

Ada yang gak tau dengan istilah Host? Jadi itu semacam orang yang membantu kita menyediakan tempat untuk menginap di tempat tinggalnya, biasanya gratis. Kita bisa melakukan ini melalui jejaring sosial Couchsurfing.org, ini berlaku di seluruh dunia.

Ketika saya ber solo backpacker ke lima Negara asia, saya juga gunakan jejaring ini dan hasilnya mendapat teman yang memperbolehkan saya menginap di rumahnya, itu terjadi ketika saya ke Melaka dan Putrajaya di Malaysia, di Kambodia dan di Vietnam.

Sedangkan di Bali uh susahnya hehehe, beda dengan Roni yang berhasil ngehost di kawasan Uluwatu.

Kembali ke laptop, akhirnya sang pangeran sebut saja namanya Godang (setidaknya Godang kalo update di Path pasti pake kata “pangeran” hahaha) turun tangan membantu mencari sewa motor disekitar kos-kosannya.
Pangeran Godang Kehujanan

Singkat cerita, motor di dapat dan harus di ambil di kawasan kampus Udhayana, Godang dan Ferdi berangkat untuk sewa motor. Sedangkan saya lanjut tiduran di kamar Godang (sebenarnya ini karena saya gak bisa bawa motor dengan gigi manual hehehe).

Sekitar 15 menit kemudian, tanpa di duga hujan turun dengan lebat. Saya pun menghubungi Godang dan Ferdi katanya mereka sedang berteduh, tak lama hujan pun berhenti, Godang pun melanjutkan perjalanan membawa motor yang di sewa seharga Rp.30.000/Hari “Binggooo” murah. 

Tapi ternyata hujan turun lagi, dan sesuai perkiraan Godang dan Ferdi pun basah kuyup.

Menuju Pandawa, Tak Semudah Membalikan telapak Tangan

Hujan pun berhenti, saya dan Ferdi siap berangkat menuju Pantai Pandawa. Waktu itu sekitar pukul 10 pagi waktu setempat, kita sempatkan untuk makan terlebih dahulu, untunglah di dekat kosan Godang ada Warteg dengan label Halal, menunya banyak dan harganya relative murah. Dengan Rp.12.000 kita sudah bisa makan kenyang. Oh ia di Bali itu udah biasa air teh manis, jadi setiap kita menjumpai air teh di warteg pasti manis, kecuali kalo kita minta teh tawar.

Dengan berbekal Google Maps di Gedget, petualngan kami pun dimulai. Jarak dari Denpasar ke Pantai Pandawa cukup jauh, menggunakan sepeda motor aja sekitar 45 menit. Kami pun sempatkan untuk mengisi bensi Rp.20.000 (per orang Rp.10.000).

Lagi-lagi kami diterjang hujan
Namun perjalanan kami lebih dari 45 menit, karena hujan turun sangat tidak menentu mengharuskan kita harus berhenti beberapa kali untuk berteduh.

Setelah diterjang rintangan demi rintangan, akhirnya kami tiba di Pantai Pandawa. Biasanya tiket masuk Pandawa hanya Rp.2000,- saja, namun karena saat itu ada Festival kebudayaan dan musik tiket masuk menjadi 10.000/orang.

Patai ini sangat ramai, namun bersih dan memiliki pasir putih. Jalan masuk ke pantai ini juga keren, jalan ada di tengah-tengah karang yang di keruk, di dekat pantai juga kita bisa melihat patung-patung pandawa yang berjejer.

Di pantai ini pun banyak tempat makan yang bisa kita sesuaikan dengan isi kantong kita. 

Waktu itu Kami memilih makan di dekat Pusat Informasi, disana ada beberapa warung dengan label halal dan harganya relative mudah. Saya makan sejenis lotek dicampur kupat seharga Rp.10.000,- saja, lumayan mengenyangkan.

Karena hari itu ada festival, selain menikmati pantai kita juga menikmati beragai jenis atraksi kebudayaan khas Bali.
Oh ia, tadinya saya pun janjian untuk bertemu Roni sang pengelana dari Jakarta itu, tapi lagi-lagi takdir belum mempertemukan kita hahaha. 
Selamat Datang di Pandawa :)


Pantai Pandawa
Pantai Pandawa
Setelah puas berpanas ria di Pandawa, kami kembali ke kosan Godang menjelang petang. Dan memutuskan istirahat sejenak, karena kita berencana untuk melihat Legian di malam hari.

Nonton Bule di Legian

Legian itu semacam Braganya Bandung, atau Kota Tua nya Jakarta. Jarak dari Denpasar ke Legian sekitar 15-20 menit. Disana kita bisa berjalan dari ujung jalan yang satu ke ujung jalan lainnya dengan pemandangan kanan kiri, pemandangan apa? Bar, Café, Diskotik, Factory Outlate, Penginapan dan lain sebagainya.
Suasana di Legian Malam Hari

Hmmm…saya dan ferdi sepertinya kurang terbiasa dengan hal ini, apalgi melihat orang-orang asik joget di kanan kiri.

Saking gak biasanya saya pun memilih jalan yang agak aman dari wanita-wanita yang ada di setiap Bar yang nongrong di pinggir jalannya, bukan apa-apa, takut tergoda saja hahaha.

Sebenarnya kita ke sini karena penasaran dengan Monumen Bom Bali yang sangat bersejarah, rupanya disana sudah dipenuhi banyak orang yang berfoto juga, sebelum akhirnya bubar karena lagi-lagi hujan.

Semua orang berlarian, termasuk Saya dan Ferdi. Kami memutuskan untuk masuk ke salah satu minimarket, berteduh dan membeli sesuatu untuk di minum. 

Ada kejadian unik, waktu itu saya memilij sebuah minuman cokelat, saya mengambil gelas ukuran besar dan menuangkan minuman itu ke gelas, tiba-tiba penjaga minimarket lari terburu-buru menghampiri saya sambil ememgang gelas dengan ukuran yang sama namun penuh dnegan es batu.

“Mas, minuman itu harusnya di tambah es batu, itu chocolate shake gitu mas” ujarnya.
Malu? Bangettt…tapi akal ngeles saya berputar dan akhirnya “Oh, saya sengaja mas gak pake es batu, lagi hujan hehehe” jawabku ngeles hahaha.

“Oh, gak bakal kemanisan tuh mas?” lanjut petugas itu, “gak ko” jawab ku sambil pergi ke kasir. Aduh mah, hahaha.

Eh Ferdi kemana? Ternyata dia ketwa ketiwi tau akan hal itu. Ah memalukan pemirsa hehehe.

Akhirnya malam itu kita habiskan nongkrong di lantai dua minimarket, sambil menikmati minuman yang “ah bener sih manis banget gak jelas” hahaha, ngeliatin bule-bule yeng lulu-lalang dan menarik nafas panjang, “Ah, ini bukan dunia Kita Fer”.  Enjoy The Night Leee

Itinerary Bali Hari Ke-1

29/12/14
09:00-10:00

Sewa Motor
Rp.15.000,-
10:00-11:00

Sarapan
Rp.12.000,-
11:00-13:00
Menuju Pandawa (karena hujan jadi lama)
Bensin
Rp.10.000,-
Tiket Masuk Pandawa
Rp.10.000
13:00-16:00
Di Pandawa


16:00-17:00
Kembali ke Kosan


17:00-19:30
Isoma di Kosan
Makan Malam
Rp.12.000
19:30-19:50
Ke Legian


19:50-22:00
Di Legian
Cemilan
Rp.15.000,-
22:00-22:20
Kembali ke Kosan


22:20
Istirahat


TOTAL
Rp.74.000,-

To Be Continue...

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts