One Day Backing (Stone garden & Goa Pawon)

02.08



Gemeteran ini aslinya padahal :D
Prolog ke-1 (Gak usah dibaca juga gak apa-apa LOL)

Sebenarny petualangan ini udah lama banget, 17 April 2015 kemarin. Kebetulan hari ini teman-teman dari komunitas Kita Indonesia (salah satu komunitas yang Aku ikuti) mengadakan agenda jalan-jalan ke tempat yang sama. 

Meskipun tidak bisa ikutan karena masih di kampung halaman, tapi kegaduhan dan keseruan di grup gak bisa dihindari hahaha, karena beberapa di anatara mereka ternyata ada yang akan menggunakan kereta. Hingga munculah mood buat nulis pengalaman perjalanan beberapa bulan yang lalu ini. 

Sekitar awal April 2015, Aku baru “aktif” bersarang di Kosan setelah kurang lebih satu bulan mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat. Seperti biasa, bermain UNO adalah salah satu yang teman-teman dan Aku lakukan di malam itu, seperti malam-malam sebelumnya jika suntuk.

Disela-sela bermain, Kami berbincang tentang rencana sebuah perjalanan. Apalagi beberapa di anatara teman-temanku ada yang terang-terangan sebagai “Kupu-Kupu” (anak kampus pasti tau:D).

Dari total sekitar delapan orang yang mengiyakan, hanya dua orang yang mampu meneguhkan hatinya untuk ikut perjalanan yang Aku sebut “One Day Backing” ini, ya itu cuman asal-asalan aja sih nyingkat “one day backpackeran sambal hiking”  hehehe. Pilihan untuk penjelajahan Kami saat itu adalah Stone Garden di padalarang, Bandung Barat.

Ide ini muncul karena beberapa waktu lalu Aku melihat seorang teman yang posting poto pemandangan Stone Garden di Path, dan potonya keren.
Dua temanku yang hari itu ikut mereka cewe semua, namnya Erlina dan lely, mereka juga jarang banget jalan-jalan apalagi ngebolang pake kereta dan malah Erlyna belum pernah naik kereta sama sekali. Wah, selamat ya bakal naek kereta hahaha.  Setelah browsing di pak gugel (google) dapetlah informasi bagaimana dari Bandung menuju Stone Garden di Padalarang. Let’s Go!
17 April 2015
Prolog ke-2 (Sangat Tidak Penting hahaha)
Rencana keberangkatan Kita bertiga hari itu adalah pukul 08:00 pagi, tapi namnya juga manusia hanya bisa berencana hahaha. Bukan karena telat mandi, atau yang cewek-cewek dandan, tapi Lely  sibuk dan panik HP kesayangannya hilang. Nah loh…
Bongkar kamar Sang Oknum!!! hahaha
Alhasil Kita bertiga pun sibuk mencari-cari dan membongkar seisi kamarnya, hingga ngorek-ngorek tong sampah :D. 
Tiga puluh menit berlalu, masih belum ketemu, sekitar empat puluh lima menit berlalu akhirnya kami menyerah dan memutuskan untuk segera berangkat. 
 Tak lama, dalam perjalanan menuju angkot Lely teriak sambal tertawa, ternyataaa…HP nya saat pagi dipinjem oleh teman kamar sebelahnya, dan belum ia ambil lagi, sementara temannya mudik ke Bogor, wallahualam ya hahaha.
Udah Mulai Perjalanan (Asli ini mah seriusan ^_^)
this is Angkot Cadas-Cibiru
Pukul 09:00 Pagi kami berangkat dari kosan ke Bunderan Cibiru (karena lokasi kami di Bandung Timur), rencananya Kami bakal ngambil jalur kereta Stasiun Kiaracondong menuju Stasiun Padalarang. Biaya pertama yang harus kami keluarkan adalah Rp.2000,-/orang.
Tiba di Bunderan Cibiru, Kita harus masih naik satu kali lagi angkot jurusan Cadas-Cibiru untuk sampai di Stasiun Kiara Condong. Waktu itu kurang lebih 50 menit perjalanan menuju Stasiun dengan tariff Rp.6000/orang.
Setelah sampai di stasiun, Kita sempat salah masuk ke stasiun dengan tujuan keberangkatan luar Kota, seperti Jogja dan daerah Jawa lainnya. Sementara untuk stasiun dengan tujuan keberangkatan wilayah bandung dan sekitarnya ada di sebelah kanan rel hingga akhirnya Kita memutar balik.
Jangan ke Sini !
Ini Yang Benr :)

Setelah tiba di stasiun sekitar pukul 10:00 pagi, kami membeli tiket dengan keberangkatan tercepat hari itu yaitu pukul 10:30, harga tiketnya Rp.4000/orang. 
Kereta pun datang dan betapa senangnya Kita karena gerbong song kosong, tentu saja kami mengabadikan momen kekosongan di gerbong ini. Sementara perjalnan kereta dari Stasiun Kiaracondong menuju Stasiun Padalarang ditempuh dengan waktu kurang lebih 45 menit.
stasiun Padalarang
Setibanya di Stasiun Padalarang, Kita sempat beristirahat dan mencari masjid. 
Karena kebetulan hari itu hari Jum’at dan aku harus melaksanakan solat jumat. Jaraknya tidak terlalu jauh, sekitar 200 meter sebelah kanan dari stasiun.
Seusai solat kami lanjut makan siang dengan bekal yang di bawa, ini salahg satu tips berhemat juga ya kalo berpergian, selain itu juga bisa meminimalisir penggunaan sampah loh hehehe.
 Stone Garden.  Sekitar pukul 13:30 Kami berangkat menggunakan angkot warna kuning jurusan Rajamandala tepat di depan masjid  dengan tariff Rp.5000/orang.
Bekal Kami :)
Kami akhirnya melanjutkan perjalanan menuju
Ada dua jalur yang bisa kita ambil menuju Stone Garden. Pertama, kita bisa turun di depan Masjid Al-Ikhlas dan tepat disampingnya ada jalan langsung menuju Stone Garden, jalannya luas, tidak menanjak sekitar 400 M kita bisa langsung tiba di lokasi. 
Ini merupakan pintu utama ke stone Garden, bagi kamu yang punya kendaraan pribadi seperti mobil atau motor tidak usah khawatir karena jalannya bisa dilalui, meskipun tidak beraspal.
Sedangkan jalur yang kedua, sepeti jalur yang kami ambil dan lalui adalah jalur pendakian lewat situs Goa Pawon. 
Kita bisa bilang ke sopir angkotnya untuk turun di gapura yang arah ke Goa Pawon. Setelah turun dari angkot, Kita akan menyusuri jalan aspal ditengah pemukiman warga, jaraknya sekitar 500 meter dan ada beberapa tanjakan.
Menyusuri Jalan ditengah Pemukiman
Jalur ini bisa diambil bagi kamu yang ingin sekalian berolahraga dan juga menikmati wisata Goa Pawon sekaligus, karena biayanya pun sangat murah.
Setelah tiba di lokasi Goa Pawon kami masuk dengan tariff Rp.5.500/orang. Tidak ada pengunjung lain waktu itu hanya kami bertiga. Aku tertarik untuk melihat goa ini karena sempat melihat replikanya di Museum Sri Baduga Bandung.
Suasanya sama seperti goa-goa yang lain, sejuk. Bahkan di bagian lain goa terdapat beberapa spot untuk menikmati keindahan alam, hanya saja kami tidak berlama-lama di sana karena tidak tahan dengan bauk kotoran kelelawar yang menyengat.
Selamat datang di Goa pawon

Goa pawon lebih dalam
Sekitar pukul tiga sore, kami lanjutkan perjalan ke Stone Garden, tempat tujuan utama kami. Untuk ke sana, kita tidak perlu keluar dari gerbang wisata Goa Pawon¸karena sudah ada petunjuk anak tangga menuju Stone Garden.
Medannya cukup mengasyikan, tidak terlalu berbahaya. Hanya saja Kami beberapa kali berhenti karena stamina anak-anak cewe waktu itu rupanya menurun dan tidak terbiasa mendaki. Ada satu yang sangat disayngkan selama pendakian, hamper sepanjang jalurnya dipenuhi sampah-sampah plastic, Kami pun memungut beberapa sampah plastic yang berceceran. Hmmm…jangan sampe kita merusak alam hanya untuk menikmatinya saja ya, kan curang hehehe.
Noh petunjuknya

Pertaamanya anak tangga sih..

Kalo udah ke atas lumayan lah traacknyaa haha
Banyak Oknum Penghasil Ssampah di Alam :(
Setelah kurang lebih 30 menit pendakian dari Goa Pawon ke Stone Garden kita lalui, akhirnya sampai juga di lokasi. Di sana juga sudah banyak warung-warung yang buka, jadi tidak sulit jika ingin membeli makanan atau minuman, smentara tiket masuk ke Stone Garden sebesar Rp3000,- saja dan sudah bisa menikmati keindahan Stone Garden.
Setelah tiba dilokasi, kedua temen ceweku menghilang entah kemana. Ternyata mereka sibuk foto-foto kesana kemarin ngambil beberapa spot. Aneh, padahal tadi selama pendakian mereka sudah loyo dan lemes banget, pas udah nyampe jingkrang-jingkrang, ketwa-ketawa, foto sana-sini, hahaha syukur dah mereka baik-baik saja ternyata :D.
Selamat Datang di kebun Batu :)
Mereka, Entahlaah hhaha
Stone Garden atau kebun batu adalah hamparan luas dengan batu-batu jenis coral di sana-sini, posisi dan ukurannya yang bermacam-macam serta jumlahnya yang banyak menambah kesan keindahan lokasi ini. Menurut cerita, kawasan ini dulunya adalah sebuah danau, tepatnya berabad-abad lalu pada zaman bandung purba, namun karena gempa dahsyat kemudia kawasan ini timbul kepermukaan.
Lokasi puncaknya sendiri terletak di puncak Gunung Pawon, Kampuing Girimulya, Desa Gunung Masigit, kec.Cipatat, Kab.Bandung Barat-Jawa Barat, dengan luas sekitar 2 hektar dan ketinggian sekitar 908 Mdpl. 
Sah kan foto dikit hehehe
Seru!
Setelah puas, kami akhirnya memutuskan untuk pulang karena waktu sudah menunjukan pukul 05:00 sore. Untuk perjalanan pulang, kami mengambil rute pertama yaitu rute biasa tanpa pendakian dan jaraknya lebih dekat. Sebelumnya, kami sempatkan untuk solat ashar dan menunggu maghrib di masjid dekat jalan masuk ke Stone Garden. Hingga sekitar pukul 18:30 kami pulang menggunakan angkot dan kereta seperti semula.
Ini Masjidny, pinggir jalan juga keliatan
 Seemoga Bermanfaat :D
Itinerary Bandung-Stone Garden 17 April 2015


Waktu
Tujuan
Tarif/Orang
Ket
08:50-09:00 WIB
Kosan-Bunderan Cibiru
Rp.2000
Angkot Cibiru-Cileunyi
09:00-09:50 WIB
Bunderan Cibiru-St.Kiaracondong
Rp.6000
Angkot Cadas-Cibiru
10:00-10:30 WIB
Di St. Kiaracondong
Rp.4000
Tiket Kereta
10:30-11:25 WIB
St.Kiaracondong-St.Padalarang
-
Kereta
11:30-13:30 WIB
ISOMA
-
Padalarang
13:30-13:50 WIB
Stasiun Padalarang-Go Pawon
Rp.5000
Angkot tujuan Rajamandal
13:50-14:15 WIB
Ke Goa Pawon
-
Jalan Kaki
14:15-14:50 WIB
Di Goa Pawon
Rp.5.500
Tiket Masuk
14:50-15:20 WIB
Ke Stone Garden
-
Mendaki
15:20-17:00 WIB
Di Stone Garden
Rp.3000
Tiket Masuk
17:00-17:15 WIB
Menuju pulang
-
(Istirahat di Masjid)
17:15-18:30 WIB
Di Masjid
-
-
18:30-18:15 WIb
Menuju Stasiun Padalarang
Rp.5000
Angkot
90:30-20-50 WIb
St.Padalarang-St.Cimekar
Rp.4000
Kereta
(Saat pulang kami memilih stasiun cimekar, ternyata lokasi stasiun cimekar sangat amat jauh dari jalan raya jadi tidak disarankan. Alangkah lebih baiknya turun di stasiun kiaracondong)
20:50 WIB-21:30 WIB
Ke Kosan
Rp.3000
Jalan Kaki+naek angkot
TOTAL
RP. 37.500


You Might Also Like

9 komentar

  1. Waaa, ini yang aku cari. Pandua ke stone garden naik angkutan umum. Makasih banyak informasinya! Segera dipraktekkan nanti pas mampir Bandung. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Assalamualaikum.wr.wb. perkenalkan nama saya Ibu Anita Tki Malaysia, saat menulis ini saya teringat memory masa lalu.saya sangat tergugah hati melihat coretan hati yang Ibu tulis. saya jadi teringat tentang masa-masa sulit dulu,karena iktiar dan usaha , seolah2 menjadi dendam bukan lagi motivasi, cuma satu tujuan saya pada saat bagaiman caranya untuk bangkit..singkat kata berbagai macam iktiar dan cara yang saya lalui, mengingat pada saat itu hutang saya 1,2m yang tidak sedikit, belum lagi bunga renternir yang bertambah. karena usaha, kesungguhan hati, akhirnya menemukan jalan /solusi . saya percaya ALLAH ITU TIDAK DIAM MAHA PENYAYANG , cobaan itu bukan lah ujian tapi hadiah yang tersilmut untuk kebahagiaan yang sebenar2nya. Sudah banyak para normal yg kami mintai angka togel dan uang gaib cuma Ki Witjaksno yg berhasil alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus. jika anda ingin seperti saya silahkan hubungi Ki Witjaksno:0852_2223_1459. ingat kesempatan tidak akan datang untuk yang kedua kalinya KLIK->BOCORAN TOTO GAIB

      Hapus
  2. Sama-sama Mas Wihikan ;)
    Semoga bermanfaat dan bisa segera berkunjung ke Bandung :)

    BalasHapus
  3. Keindahan alam dan goa-nya nggak kalah dengan goa pancur pati mas.

    BalasHapus
  4. Wah bener bgitu mas?
    keren keren kalo gitu 😊

    BalasHapus
  5. WINENLOSE
    =========
    Thanks Infonya , Nitip Linknya yaaaa
    Agen Sbobet
    Agen Judi
    Agen Bola
    Agen Asia77
    Agen IBCBET ONLINE
    Agen SBOBET ONLINE
    Agen JUDI ONLINE
    Agen CASINO ONLINE
    Agen Bonus Sbobet
    Prediksi Bola

    AGEN JUDI | AGEN BOLA | AGEN SBOBET | WINENLOSE
    http://198.50.183.104/
    http://198.50.183.104/asia77
    http://198.50.183.104/ibcbet-online
    http://198.50.183.104/sbobet-online
    http://198.50.183.104/judi-online
    http://198.50.183.104/casino-online
    http://198.50.183.104/promo
    http://198.50.183.104/category/prediksi-bola
    http://198.50.183.104/agen-judi

    BalasHapus
  6. keren ini yang saya cari rute nya,makasih infonya bermanfaat banget,krn saya backapecker sendiri.,kl boleh tahu di sana boleh pasang tenda gak ya kakak?

    BalasHapus

Popular Posts