Saumlaki, Negeri Seribu Harmoni

15.46

Upacara Penyambutan di Pelabuhaan Saumlaki
"Akhirnya bersandar juga", ucapku dalam hati setelah kurang lebih berlayar selama tiga hari dari Sorong, Papua Barat hingga tiba di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat.

Ada  pemandangan menarik saat kapal KRI Banda Aceh 593 yang Kami tumpangi semakin menempelkan badannya ke Pelabuhan Saumlaki.

Selain orang-orang dengan pakaian dinas yang Aku kira dari Pemda setempat, ada beberapa anak muda yang melingkar dengan pakaiaan adat dan bendera merah putih yan mereka pegang masing-masing.



Tau akan apa yang mereka lakukan, Aku pun sedikit berlari turun dari kapal bersama peserta ENJ lainnya. Saat irama musik mulai terdengar, bergegas Aku pun mengeluarkan HP untuk mendokumentasikan upacra pembukaan yang mereka lakukan.

Senyum bahagia, bangga, dan takjub akan betapa luar biasanya indonesia refleks datang begitu saja saaat menyaksikan nyanyian dan tarian anak-anak muda didepan mataku.

Aku mencium bau keramahan yang amat sangat di daratan ini, aku merasakan atmosfer persaudaraan yang amat kental di sini, di Saumlaki.

Ah, dugaanku tidak meleset. Tiga hari dua malam yang kami lewati di Saumlaki amat sangat kurang. Begitu banyak hal yang kami rindukan untuk kembali ke sana.

Aku & Teman-Teman Sedang Mempersiapkan Bahan Sosialisasi
Bayangkan saja, saat Kami ditugaskan untuk melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang HIV/AIDS, Cara Hidup Sehat, dan penyuluhan-penyuluhan tentang kesehatan lainnya di sana.

Antusias yang diberikan pihak sekolah baik guru mauapun siswanyaa sangat luar biasa.Mereka menyambut kami dengan tarian, senyuman dan keramah tamahan.

Anak-anak pelajar di sana juga sangat cerdas dan kreatif. Mereka aktif bertanyaa dan berani  mencoba.

Bahkan mungkin ekspetasi kalian terhadap anak-anak di kawasan Indonesia timur itu 180 derajat akan berubah melihat bagaimana luar biassanya pelajar di Saumlaki.

Selain pintar dalam pelajaran, banyak di antara mereka juga yang jago bernyanyi dan menari. Salah seeorang pejabat daerah ssetempa juga mengakui akann banyaknya potensi anak-anak setempat, hanya saja kurangnya wadah untuk mereka berkreasi lebih jauh.
Kegiataan Sosialisasi HIV/AIDS

Kami di undang untuk menghadiri acara malam budaya yang dikhususkan sebagai malam keakraban penduduk Saumlaki dengan peserta Ekspedisi Nusantara Jaya 2015  di sebuah gedung pertunjukan.

Berbagai tarian dan nyanyian daerah membuat takjub mata kami. Muda mudi berkreasi di balut harmoni. 

Uniknya,, setiaap tarian atau pun nyanyian yang ditampilkan akan diiringi dengan narasi yang menggambaarkan filosofi  dari tarian atau nyanyian tersebut.
Kemeriahan di Gedung Budaya

Kami pun turut serta mengisi malam harmoni tersebut dengan menampilkan tarian daerah Aceh, modern dance, dan pertunjukan hypnotherapy.

Aku pun berkesempatan ikut dalam tim Saman malam itu, ini pertama kalinya aku tampil membawakan sebuah tarian daeerah bersama yang lain di pangung pentas.

Sungguh pengalaman yang tak akan pernah terlupakan bisa melakukannya. Padahal hanya satu minggu kami intens latihan tarian tersebut.

Acara semakin hangat dengan jamuan makan malam, kami menikmati hidangan yang disediakan oleh warga setempat.
Tim Tarian Saman

Kami pun berbaur dengan warga yang hadir, bercerita, berfoto bersama, bahkan canda dan tawa mengisi ruang malam itu.

Acara ditutup dengan menari dan menyanyi bersama. tua, muda, pejabat, warga biasa, semua tumah ruah di gedung pertunjukan malam itu.


Hingga tak terasa kami pun harus berpisah malam itu.

Saumlaki, Negeri Seribu Harmoni. Semoga Kita bisa berjumpa lagi...

You Might Also Like

1 komentar

Popular Posts