2015, Kado Petualangan Bagi Sang Pemimpi

11.45



Secara hitungan masehi, hari ini Kita sudah berada di tahun yang baru 1 Januari 2016. 

Berbagai perayaan digelar hampir diseluruh penjuru, terlepas bentuknya yang berbeda-beda, mulai dari doa bersama hingga yang memilih pesta pora. 

Esensinya Kita semua menyambut tahun ini dengan suka cita dan jutaan harapan-harapan baru.

Dini hari ini entah mengapa rasa bahagia atas anugerah Allah rasanya menjadi pengikat tersendiri untuk selalu merindukan “2015”, saat satu per satu resolusi-resolusi yang dicatat terwujud. 

Memang tidak semua berhasil diwujudkan, tapi apa yang sudah terwujud melebihi ekspetasi.

Kado “Petualangan” yang diberikan benar-benar menjadi sebuah catatan berharga dalam perjalanan hidup Saya. Ketika saya pernah menulis ingin naik “Kapal Pesiar” maka Allah memberikan saya kesempatan untuk naik “Kapal Perang Milik Negara Indonesia” bersama kurang lebih 200 orang-orang terpilih. Dan tidak hanya naik saja, Saya diberikan 26 hari untuk berlayar dan bertualang menjelajah Nusantara.
Berfoto di depan Kapal KRI BAC 593

Itu pun bukan sebuah kebetulan, “Keliling Indonesia” setidaknya itulah yang saya tulis di “post it” yang Saya tempelkan di lemari. Lalu di 26 hari itu saya diberi kesempatan untuk menginjakan kaki di Makassar, Papua, Kupang, & Maluku. Benar-benar sebuah “Paket Lengkap” yang Allah berikan kepada Saya.
Di atas kapal, memasuki perairan wilayah Papua Barat
Pantai Losari, Makassar
Pulau Buaya, Sorong-Papua
Tampil menari saman di Balai Budaya pemerintah Saumlaki, Maluku Tenggara Barat
Keindahan salah satu pantai di Kupang, NTT

Selang 1 bulan dari petualngan Saya bersama TNI AL dan Keluarga baru di kapal. Pasca saya “Diwisuda” sebagai sarjana S1 yang tepat waktu sesuai harapan yang ditulis “Wisuda September 2015” dan terwujud. Saya kembali mendapatkan kesempatan untuk pergi ke Sumba. Ya SUMBA. Negeri safana sejuta pesona. Melalui sebuah kompetisi, Saya menjadi salah satu dari empat perwakilan Indonesia yang diberi kesempatan untuk datang ke Sumba bersama empat peserta dari Belanda. Ah, luar biasa.
Saat diumumkan menjadi pemenang untuk pergi ke Sumba
Desa Dikira-Sumba Barat Daya
Ditengah hamparan safana-Sumba

Apa yang saya tulis di atas hanya sebagian kecil dari revolusi-revolusi atau harapan di tahun 2015. Begitu banyak hal-hal terwujud dengan cara-cara diluar dugaan. Semuanya diawali dari “Berani Bermimpi”.

Saya pernah mendengar pepatah, “Bermimpilah selagi itu gratis” ada juga pepatah “gantungkanlah impianmu setinggi-tingginya”. Ya, modal utama Kita adalah berani bermimpi. Semua yang saya capai diawali dari sebuah impian-impian untuk mencapainya.

Impian-impian itu kemudian Saya tulis agar bisa saya lihat disetiap waktu. Saya tidak pernah memikirkan “Ah ini terlalu tidak mungkin sepertinya, Ah ini terlalu besar, ah ini terlalu mengada-ada” atau kalimat-kalimat lainnya. Saya tidak pernah memikirkan itu semua, saya hanya menulis dan menulis apa yang menjadi keinginan.

Apa yang Kita tulis hanya akan menjadi coretan-coretan saja jika Kita tidak berusaha, namun jika tidak ditulis apa yang akan menjadi acuan untuk kita usahakan sekeras-kerasnya?

Sepertinya hal kecil, hanya tulisan di lembar kertas warna-warni yang ditempel, atau hanya di selembar kertas putih saja, tapi tanpa disadari ketika impian-impian Kita ditulis akan menjadi magnet yang datang dalam diri untuk diperjuangkan.

Secara singkat, jangan takut, jangan malu, jangan ragu untuk “bermimpi”, bermimpilah sebanyak-banyaknya, karena setidaknya orang yang memiliki mimpi dialah orang yang mengerti tujuan disetiap harinya.

Lalu, Tuliskan semua mimpi-mimpi itu tanpa terkecuali. Jangan sekali-kali meragukan kekuatan mimpi, yang Kita anggap kecil atau yang Kita anggap besar, segeralah “Tuliskan”.  Jangan malu jika dilihat atau dikata-katain orang lain, karena ini mimpi Kita bukan mimpi mereka.
Simpanlah impian-impian yang Kita tulis di tempat strategis yang bisa dilihat siapapun. Percayalah, sadar atau tidak sadar aka nada magnet yang menggiring Kita untuk berusaha meraih mimpi-mimpi itu.

Ya, jangan Cuma dirasakan tapi AYO PERJUANGKAN!. Lihat kesempatan disekitar Kita, jangan tunggu kesempatan itu “datang” karena tidak semua kesempatan itu datang pada Kita, ada juga “kesempatan yang harus Kita cari, setelah dapat PEJUANGKAN.

Jangan takut gagal atau tidak tercapai, karena “Allah berjanji untuk mengabulkan semua mimpi dalam doa hamba-Nya” asalkan Kita mau berusaha. Jika pun tidak terkabul, percayalah Allah menyiapkan rencana lain yang lebih indah. Karena Dia tau, “Apa yang Kita butuhkan, bukan yang Kita Inginkan”.

Sahabat, maaf ini agak melow dan ala-ala Mario Teguh. Tapi Saya menulis kehidupan, bukan dongeng atau karangan belaka, apa yang saya tulis di atas adalah hal yang saya lakukan dan terjadi pada diri Saya. Semoga di tahun yang baru ini, Kita memiliki impian-impian yang disebut resolusi sebagai pemacu untuk menjalankan 360 hari dengan penuh semangat dan optimisme.

Selamat bermimpi, semoga bermanfaat.

You Might Also Like

4 komentar

  1. "Kamu sudah berjuang sangat keras. Kamu benar2 hebat." Dua kalimat ini selalu diucapkan orang Korea untuk orang lain saat dia mencapai sesuatu. Dan, kamu berhak menerima ucapan itu,sob. Semoga 2016 kian gemilang untukmu.

    *btw, bikin pilihan akun terbuka untuk kolom komentar dong. Biar memudahkan siapa pun pakai akun apa pun ikut komen. Coz diam2 aku selalu membaca blog ini. Hehehe..

    BalasHapus
  2. Aaaa...Damaaaiii speachless jadinya :D
    Makasih Kamu salah satu inspirasiku waktu pertama kali pengen nulis.

    Semoga 2016 juga semakin semakin gemilang untujmu juga :D

    Terimakasih masukannya ya, nanti aku coba belajar otak atik lagi hehehe.

    BalasHapus
  3. Epuulllll.... aku jadi kangen dan terharu baca tulisan kamu iniiiii... Terus bermimpi yaaa Epul! Kangeeeeen <3 Dea (www.deasihotang.com)

    BalasHapus
  4. wahhh ada kakak Dea :D
    Makasih kak, Kamu salah satu yg menginspirasiku juga...
    ia kangenn bangettt!!! tetap sehat dan bahagia ya kak mengeksplorasi Nusantara :D

    BalasHapus

Popular Posts