#Pay4Plastik ! Sudah tau ?

00.04


Nadia Mulya memberi kesan tentang kegiatan pd media/
Foto/ Ratih
"Kantong Plastik Berbayar" atau #Pay4Plastik sebenarnya bukan hal yang baru khususnya di retail-retail. Jika diperhatikan saat Kita berbelanja, pada struk pembayaran pasti ada tagihan yang dikenakan untuk setiap kantong plastik yang digunakan. Namun memang jumlahnya tidak besar, bahkan tidak mencapai Rp.100,-.

Lalu bagaimana jika kantong plastik dikenakan tarif Rp.500,- seperti yang akan diterapkan Circle-K di Kota Bandung mulai 21 Februari 2016 nanti? 

Perlu diketahui bahwa Kota Bandung adalah kota pertama di Indonesia yang membuat regulasi tentang pembatasan kantong plastik, yakni terdapat pada Perda nomor 17 tahun 2012 yang berjudul "Pengurangan Kantong Plastik". Menindak lanjuti hal tersebut beberapa lembaga lingkungan berkolaboraksi mewujudkan perda tersebut.

Kemeriahan #Pay4Plastik
Seperti misalnya yang dilaksanakan pada Minggu, 27 Desember 2015 kemarin.

Greeneration Foundation bersama Indonesia Diet Kantong Plastik & PT Circleka Utama mengadakan kegiatan peluncuran "Kantong Plastik Berbayar" atau ‪#‎Pay4Plastik‬ di kawasan Circle -K Dayang Sumbi, Dago-Bandung.

Kegiatan yang berkolaboraksi dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) & Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung ini pun diikuti berbagai komunitas.

Seperti Komuitas pesepeda Bike to Campus Bandung, Earth Hour Bandung, AIESEC LC Bandung, Bandung Clean Action, Hilo Green Community Bandung.
Peserta dari berbagai kalangan/ Foto: Ratih
Tidak hanya itu, peserta dari kalangan umum pun berdatangan mengikuti berbagai rangkaian kemeriahan peluncuran #Pay4Plastik tersebut.

Rangkaian acara yang berlangsung selama tiga jam ini diisi dengan berbagai aktifitas. 
Seperti salah satunya pameran media edukasi & kampanye‪#‎DietKAntongPlastik‬Setiap peserta atau pun pengunjung akan melihat berbagai jenis media informasi yang dipamerkan di kawasan kegiatan.

Media-Media Pameran/ Foto: Ratih
Media-media tersebut berisikan informasi tentang latar belakang kegiatan #Pay4Plastik diadakan. 

Seperti misalnya informasi tentang bahaya kantong plastik, negara-negara yang sudah menerapkan regulasi Kantong Plastik Berbayar, hingga solusi yang dapat dilakukan bersama guna menekan penggunaan kantong plastik di Indonesia.

Selain pameran kegiatan tersebut juga semakin meriah dengan adanya lomba masak antar komunitas. 

Tercatat 10 komunitas mengikuti kompetisi yang berlangsung 45 menit tersebut. Uniknya, selain rasa dan tampilan yang harus menarik, bahan-bahan yang digunakan diwajibkan agar seminim mungkin menambah produksi plastik. Peserta pun ditantang untuk memasak dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan.

Peserta Komunitas Mengikuti Lomba Masak/ Foto: Ratih
Tidak hanya itu, beberapa public figure & pemerintah juga ikut memeriahkan kegiatan #Pay4Plastik tersebut. Seperti misalnya Nadia Mulya yang juga turut serta berkampanye dan menjadi dewan juri dalam lomba masak.

Dalam kegiatan tersebut juga diisi dengan kampanye dan dukungan dari beberapa pendukung kegiatan #Pay4Plastik, seperti turut hadirnya corporate affair Circle-K, Dir.Persampahan-KLHK, Kepala BPLH Kota Bandung, & Koordinator Eksekutif GIDKP.

Penghargaan Kepada Komunitas/ Foto: Ratih
Kegiatan diakhiri dengan pemberian penghargaan pada komunitas-komunitas pegiat lingkungan khususnya yang bersama-sama mengkampanyekan diet kantong plastik, dan peluncuran program Red Goes Green 2016.

Selain menginformasikan kepada publik mengenai program yang akan diterapkan Circle-K yaitu menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar mulai 21 Februari 2016, kegiatan ini pun diadakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penggunaan kantong plastik.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts