Suka Cita Pergi ke Bandara

22.20

Congratulations!

31 Agustus 2015 menjadi salah satu hari bersejarah dalam hidupku. 

Setelah melewati berbagai tahap seleksi, akhirnya Aku dapat kesempatan untuk menjadi salah satu peserta Ekspedisi Sumba 2015 yang sekaligus menjadi wakil dari tim Indonesia.

Aku gak sendirian, ada tiga orang lainnya yang akan menjadi petualang tahun ini, yaitu Kak Dea Sihotang dari Pulau Samosir, Kak Griksa dari Jakarta, dan Kak Efrat dari Bogor.
Ekspedisi ini melibatkan dua negara, yaitu Indonesia dan Belanda. Nantinya kami berempat juga akan bertemu dengan empat orang dari negeri kincir angin tersebut, yaitu Guido, Sylvia, Joyce, dan Franka. Untuk mengetahui secara lengkap tentang Program Ekspedisi Sumba bisa mampir ke Supportsumba.org.
Petualang Ekspedisi Sumba 2015
Siap-Siap Ke Bandara

Pagi-pagi sekali Aku mengecek kembali segala persiapan yang akan dibawa ke Bandara Soekarno-Hatta hari itu. 

Ini adalah kali pertamanya Aku memiliki jadwal penerbangan dari Bandara di Ibu Kota itu, otomatis aku harus mencari transportasi yang bisa membawaku ke sana.

Sekitar jam 7 pagi Aku diantar seorang teman dari kos-kosan untuk pergi ke salah satu jasa transportasi bus yang memiliki tujuan langsung Bandung-Bandara Soekarno Hatta. Lebih tepatnya bukan mengantar, tapi Aku yang meminta tebengan hehehe.

Karena bermodalkan nebeng, Aku tidak bisa langsung menuju agen bus karena terlebih dulu harus mengantar yang empunya mobil untuk berbelanja keperluan konveksinya, kemudian baru lah menuju agen bus yang lokasinya di Jl.Soekarna-Hatta Bandung.

Sekitar pukul 09:00 pagi aku tiba di tempat agen bus dan langsung membeli tiket ke petugas loketnya dengan harga Rp.115.000. Awalnya aku bersantai ria menunggu bus siap berangkat sambal nonton TV di ruang tunggu, gak kerasa mungkin saat itu sekitar satu jam aku masih duduk santai.

Tapi kok aneh ya, bus yang dinanti tak kunjung datang padahal udah ganti posisi duduk berkali-kali. Mulai baper deh pokonya saat itu.  Tidak mau berlama-lama dalam ketidak pastian (asli ini bapernya hahaha), Aku pun langsung beranjak ke petugas loket untuk menanyakan “kepastian” yang kunanti :p.

Baper Yang Menjadi Nyata

Dugaanku ternyata jauh lebih biasa aja dibandingkan kenyataan, petugas loket tersebut bilang bahwa bus yang akan ke Bandara memang datangnya jam 11 siang dengan estimasi tiba di tujuan pukul 3 sore.

Jlebbb…seketika hati ini remuk (aih udahan bapernya dong :D), intinya panik banget, panik sepanik-paniknya. Gimana gak panik coba, jadwal penerbangan Jakarta-Bali tim Indonesia hari itu pukul 3 sore juga, sementara si mbak nya bilang “Kemungkinan jam 3 sore mas kalo gak macet baru tiba di Jakarta, kalo macet mungkin jam setengah empat atau jam empat lah”

Emaaa…udah berjuang ikut berbagai tahap seleksi masa gagal pergi ke Sumba gara-gara telat datang ke Bandara. Langsung nangis uring-uringan seperti bocah minta dianterin si Mbak nya langsung ke Bandara saat itu juga, gak mau tau!.

Hahaha…enggak deh becanda, Aku langsung memelas sama Mbak nya minta solusi gimana caranya biar gak telat tiba di Bandara. Dengan kekuatan si Mbak sebagai “penjaga loket penjualan tiket” akhirnya sebuah solusi ditawarkan.

“Mas kalo mau ke KM 175 (kalo gak salah) di sana ada bus Kami yang akan berangkat sekarang”
“Kesananya pake apa mbak?” seketika jadi bego.
“Paket taksi paling mas, itu ada di depan” kata si Mbaknya.
“Bayar lagi gak mbak?” tapi itu ditanyakan dalam hati soalnya ya udah pasti bayar lagi hiks.

Tapi karena kepepet, tanpa piker panjang Aku langsung berangkat menggunakan taksi dengan tarif Rp.70.000. mahal sih tapi asal bisa tiba di Bandara tepat waktu deh gak apa-apa.

Dompet Kosong !

Selama perjalanan di Taxi, Aku memeriksa dompet hendak menyiapkan uang untuk membayar ketika turun nanti. Alamakkk…ternyata dompetku kosong. Langsung aku bilang sama pak sopir untuk mencari ATM sambil jalan, siapa tau ada.

Tidak berapa lama Takxi yang Aku tumpangi melipir ke sebuah Pom bensin yang memiliki ATM Centernya. Aku pun buru-buru turun dan masuk ke ruang mesin ATM, “jangan panik” kataku dalam hati menenangkan diri sendiri.

TET TOT!!! MESIN ATM NYA EROR!!!! Hadoh mana si bapaknya udah manggil-manggil pake klakson mobil lagi. Mau gak mau aku masuk lagi ke Taxi dan bilang ke Bapaknya semoga di rest area yang dituju ada ATM lagi. Sambil harap-harap cemas akhirnya Kami tiba di KM 175 (kalo gak salah) dan Aku buru-buru ke ATM sambal minta bapak sopirnya nunggu.

Yes, ATM nya gak gangguan, TAPI SALDONYA KOSONG!!! Mampus hahaha…ternyata e ternyata baru inget saldo ATM ku memang gak ada isinya. Ajib ya ATM kosong tapi berani-beraninya naek Taxi hahaha.

5 menit, masih mikir di dalam ruang mesin ATM dan akhirnya kepikiran minta bantuan ke Kak Griksa.
“Kak bisa minta tolong transfer dulu uang gak? Buat bayar Taxi blab bla bla” dan Alhamdulilah bisa bayar Taxi dan gak berapa lama bus yang menuju Bandara pun tiba.

Cobaan Belum Berakhir

Ketika udah di dalam bus, Aku langsung mencari tempat duduk sesuai nomor yang tertera di tiket bus. “Ah itu dia” dalam hati. Tapi di tempat duduk itu ada seorang Ibu dengan anak kecil yang duduk tepat di nomor kursiku yang terlelap tidur. Aku tebak mereka adalah Ibu dan Anak.

Namanya anak yang sayang ibu dan sayang adik hehehe, Aku akhirnya tidak jadi duduk di sana dan melihat sekeliling siapa tau ada kursi yang kosong. Aku pun langsung berbicara pada seorang lelaki yang duduk sendirian untuk meminta izin agar bisa duduk di kursi kosong seblahnya.

Akhirnyaaa…bisa duduk dengan nyaman setelah berbagai kejadian menimpaku pagi ini, “saatnya bobo” teriaku dalam hati sambil memasang headset dan tertidur bersama alunan musik.

Lagi enak-enak bobo, tiba-tiba seseorang membangunkanku. Seorang bapak yang ternyata pemilik tempat duduk yang Aku tempati, dia meminta agar Aku pindah. “Si Bapak kapan naek bus nya ini” maklum baru bangun tidur hahaha.

Ternyata Bapak ini sebelumnya ada di ruang “smoking area” dan kembali lagi ke tempat duduknya setelah selesai merokok. Baiklah, akhirnya aku bangun sambil sedikit sempoyongan mencari kursi mana yang kosong untuk bisa melanjutkan tidurku. Hingga akhirnya seseorang menawarkan duduk disampingnya karena memang tidak ada orang lagi di sana, dan aku pun bobo kembali.

Bandara! Akhirnya :D

Petualang Tim Indonesia
Alhamdulilah, pukul 2 siang Bus yang Aku tumpangi sudah tiba di bandara Soekarno-Hatta. Kesan pertama yang penuh ceirta perjalanan untuk tiba di sini dan akan menjadi cerita berharga dalam hidup.

Saat tiba di Bandara, tim Indonesia sudah menantiku rupanya. Ada tiga petualang lainnya Kak Dea, Kak Griksa, dan Kak Efrat. Ada juga Mbka Maya dari Hivos, Mas Fery sang photographer dan Kang Dany Sang Jurnalis yang siap meliput Ekspedisi Sumba 2015 bersama Kami.

Sore itu akhirnya Kami terbang bersama ke Bali. Ya, salah satu agenda Ekspedisi Sumba 2015 adalah 1 hari di Bali dan bertemu tim petualang dari Belanda untuk perkenalan, berbagi cerita, dan menyiapkan program dan aktivitas yang akan dilakukan bersama selama ekspedisi.

How to go to International Soekarno-Hatta Airport From Bandung by Bus (Primajasa) :

1. Pasikan Kita udah ada di lokasi agen bus 30 menit sebelum keberangkatan.
2. Gratis bagasi sampai 20 kg, kalau kelebihan bagasi dikenakan tarif Rp.3000/ kg.
3. Kalau mau batalin tiket dikenakan tarif Rp.15.000. 
4. Pastikan udah tau jadwal penerbangan di Bandara biar punya perhitungan yang tepat.
5. Perhitungkan waktu perjalanan Bandung-Bandara (Sekitar 3-4 Jam sesuai kondisi alam)
6. Biaya transportasi Bus Rp.115.000
7. Pastikan duduk sesuai nomor kursi pada tiket ya :D
8. Alamat Bus Primajasa Bandung - Bandara Soeta :

Pasar Modern Batununggal
Jl. Batununggal Indah II No. 46RC 17
(022) 87526886.


Bersambung…

You Might Also Like

4 komentar

  1. haha, dompet kosong. uyuhan bisa tenang. hebat :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Assalamualaikum.wr.wb. perkenalkan nama saya Ibu Anita Tki Malaysia, saat menulis ini saya teringat memory masa lalu.saya sangat tergugah hati melihat coretan hati yang Ibu tulis. saya jadi teringat tentang masa-masa sulit dulu,karena iktiar dan usaha , seolah2 menjadi dendam bukan lagi motivasi, cuma satu tujuan saya pada saat bagaiman caranya untuk bangkit..singkat kata berbagai macam iktiar dan cara yang saya lalui, mengingat pada saat itu hutang saya 1,2m yang tidak sedikit, belum lagi bunga renternir yang bertambah. karena usaha, kesungguhan hati, akhirnya menemukan jalan /solusi . saya percaya ALLAH ITU TIDAK DIAM MAHA PENYAYANG , cobaan itu bukan lah ujian tapi hadiah yang tersilmut untuk kebahagiaan yang sebenar2nya. Sudah banyak para normal yg kami mintai angka togel dan uang gaib cuma Ki Witjaksno yg berhasil alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus. jika anda ingin seperti saya silahkan hubungi Ki Witjaksno:0852_2223_1459. ingat kesempatan tidak akan datang untuk yang kedua kalinya KLIK->BOCORAN TOTO GAIB

      Hapus
    2. Semua Itu Bohong sebagai Umat islam Harus Percaya Diri sendiri

      Hapus
  2. Sebenernya gak tenang mang, tapi yasudahlah life must go on hahahaha :D

    BalasHapus

Popular Posts