5 Hal Yang Wajib Kamu Tau Tentang Komodo

04.21




Prolog
(skip aja bagian ini kalau gak mau baca hihihi)

 “Asslamu’alaikum Flores” kalimat yang aku tulis di status facebook disertai tiga buah foto yang alakadarnya ketika tiba di Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo, Flores NTT.

Sekitar pukul 2 siang waktu setempat aku dan ke-4 rekan kantorku langsung bergegas mencari tim yang menjemput di Bandara. Siang itu kami berlima memang sudah merencanakan langsung bergegas ke Pulau Rinca, salah satu pulau yang didalamnya terdapat Komodo. Yihaaa akhirnya bakal ketemu dan liat langsung komodo.

Tiba di kapal kami disambut hangat oleh crew kapal nya, sebenarnya rencana awal kami bertemu dengan mbak Ayu, rekan yang sekaligus jadi travel agen yang kita pilih selama di Labuan Bajo. Namun karena satu dan lain hal, mbak Ayu menyerahkan kami ke Timnya karena ia harus pergi ke luar kota.

“Gak usah khawatir, aku sudah menyerahkan kalian ke tim terbaiku, Jhames” tulisnya di pesan singkat.

Tak apa, yang penting ketemu komodonya jadi hehehe. Kami disambut hangat oleh Jhames dan rekan-rekan di kapal yang kami tumpangi. Setelah berbincang sedikit kami pun menikmati makan siang yang sudah disediakan oleh koki kapal. 

Ada ikan tuna saus tomat, tahu pecel, dan sayuran. Mantap makan siang yang telat di kapal sambil berlayar menuju Pulau Rinca hehehe.

Perjalanan dari Pelabuhan Labuan Bajo ke Pulau Rinca kami tempuh dengan waktu kurang lebih 3,5 jam. Kami disuguhkan dengan pemandangan gugusan-gugusan pulau kecil yang sangat indah, udah tau dong apa yang terjadi, sesi foto dari ujung sana dan sini, tapi gak berlangsung lama karena mulai pada mabuk laut hahaha.

Dalam perjalanan kapal kami sempat diguyur hujan, tapi untungnya itu tidak lama, ketika kami tiba di Pelabuhan Loh Buaya, yang merupakan pintu masuk ke pulau rinca hujan pun reda. Yihaaa Komodo we are coming!!!!

Dermaga Loh Buaya, Pintu Masuk ke Pulau Rinca
Ngomongin tentang komodo di pulau rinca, ada beberapa hal yang sepertinya wajib kamu ketahui nih sob, cek it dot :

1. Komodo memiliki penciuman hingga jarak 5 km

Hewan yang suka dengan suhu hangat/panas ini jangan dianggap remeh, untuk mendapatkan makanan atau mangsanya ia memiliki penciuman yang sangat tajam, bahkan hingga jarak 5 km. Jadi nih misalkan di Pemukiman Rangers lagi masak-masak atau motong ayam dan sebagainya, biasanya komodo berdatangan mendekat ke pemukiman para Rangers. Pantes aja semua rumahnya didesain jadi rumah panggung.
Eh, buat kamu yang ngerasa cewek dan lagi "dapet" juga hati-hati ya, harus deket-deket terus sama Rangers nya karena ternyata komodo sangat sensitif dengan bau darah loh.
Ganteng ya :p

2    
     2. Komodo mampu berlari hingga 18-20 km per jam

Wah wah...kebayang gak sih kalau misalkan kita dikejar komodo? Apalagi di pulau rinca jenis wilayahnya hutan dan perbukitan, keburu kemakan kita kalau beneran ada komodo yang ngejar hahaha.

Mangkanya, wisatawan yang datang ditemani para Rangers alias pemandu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, jika wisatwan ingin berfoto harus memperhatikan jarak, kurang lebih sekitar 4-5 meter jarak aman untuk berfoto bersama hewan yang lucu ini hihihi.
Difotoin Ranger, tapi kayaknya Rangersnya gemeteran :D

      
     3. Komodo itu KANIBAL 
      
      Sedikit menyeramkan tapi kamu wajib tau sob. Saat telur komodo betina menetas, bayi komodo yang rata-rata ukuran 30 cm ini langsung lari ke pepohonan lewat akar-akar yang menjalar ke tanah. Kenapa?
      
      Karena bagi Komodo, istilah “anak” itu hanya pada saat komodo berbentuk telur saja, sementara jika sudah menetas dan berwujud komodo cilik, bisa dimangsa oleh sang Ibu komodo yang melahirkannya. Serem ya!!! 
Mau ke toilet, eh ngantre ama komodo :D

      
     4. Bertelur di sarang burung Maleo

Komodo betina akan mencari lubang untuk menyimpan telur-telurnya sampai telur tersebut menetas, namun ternyata lubang yang didiami komodo betina tersebut adalah sarang burung Maleo. Di pulau rinca, selain komodo juga terdapat spesies-spesies lain seperti burung maleo, kerbau hutan, kijang, dan monyet.

Tapi biasanya, komodo memilih lubang yang disekitarnya juga terdapat lubang-lubang yang lain, kalau kata Rangers yang mendampingi kami sih untuk mengelabui hewan-hewan lain agar tidak memangsa telurnya.

Lama proses telur komodo dari lahir hingga menetas ini lumayan lama, yaitu 9 bulan. Kalau manusia 9 bulan itu dikandungan, nah komodo itu 9 bulan di telur hehehe. Mirip gak?:D
Tebak lubang yang asli yang mana?


5   5. Berkelahi dulu, baru kawin!
           
Untuk menjalankan proses perkawinan hahaha, ternyata tidak segampang membalikan badan komodo (apa sih wkwkwk). Sama hal nya dengan para jombloers yang berjuang mencari dan memperebutkan cinta seorang wanita, komodo jantan juga biasanya berkelahi hingga ada yang mati. Ajib ye!.

Nah, lebih parahnya karena sifat komodo yang kanibal, komodo jantan yang kalah dalam perkelahian akan menjadi santapan komodo yang menang bersama komodo betinanya. Ini miris ya, udah kalah disantap pula. Alhamdulilah manusia gak kayak komodo, bersyukur kalian yang jomblo :D (saya juga bersyukur hahaha).

Hanya untuk informasi aja nih, komodo jantan memiliki dua alat kelamin. Satu untuk membuahi, dan yang satu lagi berfungsi untuk merangsang. Udah hihihi

Tuh dia udah nge-tag calon bininya :D
Meskipun tampak menyeramkan tapi kita harus berbangga karena komodo merupakan satwa yang dilindungi dan Komodo National Park yang jadi A World Heritage Site. Indonesia Keren!

Jangan lupa komen, share, atau kasih saran agar tulisannya lebih bagus ditunggu banget ya sob.
Nantikan cerita-cerita lain ala #boyhavetogo yang alakadarnya :D

To be continue...

You Might Also Like

2 komentar

  1. Nice kang...jadi sedikit banyak tau tentang komodo...ditunggu next tripnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah berkunjung dan membaca corat-coret saya kang Herman :D

      Siap, insya allah hehehe. Yuk nulis juga atuh?:D

      Hapus

Popular Posts