Fakta Kelimutu, & Legenda Didalamnya Yang Harus Kamu Tahu

06.14

Akhirnyaaa !!!
Generasi jaman dulu pasti udah familiar banget dong dengan Kelimutu hehehe. Di sini terdapat tiga danau dengan warna yang berbeda-beda dan bisa berubah-ubah. 

Desain pecahan uang Rp.5000,- terdahulu sempat memuat gambar danau ini loh. Suer, gak kepikiran akirnya bisa dateng dan liat langsung begitu menakjubkannya fenomena alam di Ende, Flores-NTT ini.

Untuk menuju Kawasan Danau Kelimutu dari pusat Kota Ende dibutuhkan waktu sekitar 1-2 Jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi, tergantung pak sopirnya yak, kalau kami kurang dari 2 jam sudah tiba di lokasi, meskipun ada teman yang minta berhenti sesaat di tengah jalan karena mual saking perjalanannya belok-belok hahaha.

Setelah “nengok” langsung nih sob, ternyata banyak banget hal-hal yang wajib kita tau nih. Mau tau apa aja?, yok simak poin-poinnya versi #BOYHAVETOGO (bukan versi on de spot yak hahaha) berikut ini :

1. Kelimutu itu nama gunung, bukan nama danaunya

Gak ada salahnya kok nyebut ketiga danau ini dengan sebutan “Danau Kelimutu” karena memang danau ini merupakan kawah pegunungan kelimutu. Tapi ternyata setiap danau ini memiliki nama sendiri loh. Pertama, danau yang terpisah dari dua danau lainnya disebut “Tiwu Ata Mbupu” atau “Ata Mbupu” yang merupakan kawah asam sulfat yang memiliki asupan gas, sementara dua danau lainnya yang bersampingan disebut “Tiwu Ata Polo” atau “Ata Polo” yaitu kawah dengan kandungan asam garam rendah, dan “Tiwu Koo Fai Nuwa Muri” atau “Nuwa Muri Ofai” yaitu kawah dengan kadar asam rendah serta mengandung senyawa sulfur.

2. Dipercaya Sebagai Tempat Berkumpulnya Arwah

Masyarakat yang tinggal di sekitar pegunungan Kelimutu percaya bahwa ketiga danau ini merupakan tempat berkumpulnya para arwah dari orang-orang yang sudah meninggal. Uniknya nih sob, tiap danau juga dipercaya memiliki kategori tempat berkumpul arwah yang berbeda.

Pertama,  danau dengan sebutan Tiwu Ata Mbupu dipercaya sebagai tempat berkumpulnya arwah-arwah kategori orang tua yang sudah meninggal. 
Tiwu Ata Mbupu


Kedua, Tiwu Ata Polo dipercaya sebagai tempat berkumpulnya arwah-arwah para Suwanggi, ini sebutan orang-orang seperti dukun atau orang pintar yang menggunakan ilmunya untuk keburukan/ negatif. 

Tiwu Ata Polo


Dan ketiga, Tiwu Koo Fai Nuwa Muri adalah danau yang dipercaya tempat berkumpulnya arwah anak-anak yang meninggal. Indah tapi sedikit mistis ya hehehe. Sampe-sampe merinding pas dengerin salah satu warga setempat cerita hihihi.

Tiwu Koo Fai Nuwa Muri

3. Ada Tradisi Memberi Makan Para Arwah atau Roh

Bagi masyarakat yang tinggal disekitar kaki gunung Kelimutu, kepercayaan tiga danau sebagai tempat berkumpulnya arwah-arwah bukan hanya sekedar mitos atau legenda sob. Masyarakat memiliki upacara khusus yaitu upacara Pati Ka Du’a Batu Ata Mata yang digelar satu kali setiap tahun untuk memberi makan para arwah di danau Kelimutu.

Dalam pelaksanaannya masyarakat akan menyiapkan sesaji berupa darah babi, sirih pinang, Nasi Merah, Rokok, dan Daging. Sesaji tersebut akan ditempatkan di area yang sudah ditentukan dan dipercaya sebagai tempat khusus menyajikan makanan untuk para arwah.

Selain sesaji untuk para arwah, tradisi ini pun biasanya diakhiri dengan makan besar atau makan bersama seluruh masyarakat dan dibarengi dengan tari-tarian adat.
Ini dia lokasi peletakan sesaji untuk memberi makan para Arwah 


4. Kelimutu Tempat Bersemedi Soekarno

“Satu-satunya Presiden dan keturunannya yang pernah ke sini ya cuman Soekarno.” ucap salah satu penjaga yang ada di kawasan Danau Kelimutu.

Jadi nih sob, katanya dulu ketika masa pengasingan Presiden ke-1 Kita yaitu Bpk. Soekarno di Ende, beliau sering datang ke kawasan Danau Kelimutu ini. Selain rekreasi katanya sih beliau juga sering melakukan meditasi. Bahkan sebagain masyarakat percaya bahwa tongkat Soekarno ada di sekitar danau Kelimutu.
The Gengs! 



 To be continue...

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts