Tips Jitu ke Puncak Padar ala #BOYHAVETOGO

22.44



Boljug gak gayanya?:D

“Pul, pul! Matiin tuh alarmnya...” suara kak Mikha ngebangunin nyuruh matiin alarm. Duh, kalau pasang alarm pasti orang lain dulu yang denger duluan dan malah bangunin nyuruh matiin alarm nya, dan masih terjadi di kapal hehehe. Langsung aku cari HP di sela-sela bantal, tenyata masih pukul 3 dini hari hihihi, dan kapal masih belum menepi  ke pulau padar. Tidur lagi ahhh..

Lanjut gak nih ceritanya? Atau tidur aja? Hahaha

Sekitar pukul 5 pagi kami sudah siap bergegas trekking ke salah satu puncak bukit di pulau padar. Udah pasti tau dong puncak ini terkenal banget dan jadi spot semua wisatawan yang datang. Karena dari atas bukit ini gak cuman semua safana yang terlihat, tapi pemandagan laut yang ada di sisi kanan, kiri, belakang, dan depan hahaha. Keren deh pokonya!

Perjalanan dengan kapal dari pulau rinca ke pulau padar lumayan membuat kami mabuk laut, yap itu karena kami berlayar di malam hari dan menepi di dekat pulau padar agar pagi-pagi sekali kami bisa mendaki.

Kapal yang kami tumpangi perlahan menepi

Kapal yang kami tumpangi tidak 100% menepi di bibir pantai padar pagi itu, hal itu dikarenakan kehawatiran air laut akan menyusut dan kapal tidak bisa berlayar alias kalo gak bisa berlayar kami tidak bisa melanjutkan perjalanan dan berakhir di sini.

Alhasil, setengah badan kami basah kuyup karena harus turun dan menuju pantai. Ada juga rekan kami yang udah siap-siap pake celana panjang, sepatu, dan manset hahaha kasian.
Pendakian ke bukit padar lumayan loh, lumayan lah ya ngerti dong cukup membuat berkeringat hahaha. 

Untuk mencapai puncak ada beberapa tahapan yang harus kita lalui sob. Pertama, jalan dengan anak tangga yang dibuat tersusun rapi, seperti membelah bukit uhuyyy...!!!waktu itu kami masih seger dan bisa dilewati dengan mudah. 

Seperti tangga menuju langit ya?:D

Setelah semua anak tangga tersebut dilewati, kami mulai disuguhkan dengan jalan setapak diantara bukit-bukit safana yang indah tiada tara, duh jadi pengen ke sana lagi kan. Kamu bisa lah sesekali berhenti di antara safana itu dan menikmati indahnya Indonesia yang Tuhan ciptakan. 

 
Cakep gak? Safana nya maksudnya hehehe.
 
Setelah itu jalan agak mulai nanjak nih sob, pesan pribadi ini mah ya, gak usah lari-lari dan jingkrak-jingkrak di awal, nanti ngos-ngosan tau rasa loh. Contohnya yang dialami penulis alias si gue hahaha. Fase terakhir, selain nanjak jalanan juga berupa bebatuan karang yang cukup besar, tapi tenang kok sudah ada jalur aman untuk melewatinya. Hati-hati? Itu tetap harus dong.

Noh liat track nya hahaha lumayan kan?

Mulai ngos-ngosan hahaha

Setelah kurang lebih 20 menit perjuangan mendaki (perjuangan banget? Hahaha), akhirnya semua terbayar lunas tuntas sob. Pemandangan dari atas bukit sungguh indah hingga tak ada satu kalimatpun di tulisan ini yang menggambarkan keindahan ciptaan Tuhan yang disajikan di hadapan kami.

Pantas saja, orang dari berbagai belahan dunia berbondong-bondong datang ke sini. Tapi untungnya masih pagi-pagi banget, jadi di sana hanya ada kami berlima ditambah dua orang crew kapal. Asoy :D

INDONESIA!!!

Power Ranger! :D

T.O.P B.G.T deh pokonya sob hehehe, sebelum diakhiri mau coba nulis beberapa tips ah buat kamu based on pengalaman kemarin, ini dia! :D
 
Tips Buat Kamu Yang Mau ke Pulau Padar :

1. Bermalam di dekat Pulau Padar

Buat kamu yang mau menjelajah Labuan Bajo, Flores, dengan waktu singkat. Pastikan ngobrol dengan kapten + crew kapal untuk penjelajahan terbaik disesuaikan dengan waktu yang kamu punya. Contoh, kedatangan kami ke Labuan Bajo sekitar pukul 2 siang, lokasi pertama yang kami kunjungi adalah pulau rinca untuk melihat Komodo. Perjalanan dari Pelabuhan Labuan Bajo ke Pulau Rinca sekitar3-4 jam. 

Setelah puas bercengkrama dengan komodo, kami langsung sepakat menuju pulau padar alias melanjutkan perjalanan di malam hari, dengan rencana menepi di sekitar pulau padar dan bermalam di kapal.
Pagi-pagi, kapal hanya perlu menepi ke area bibir pantai pulau padar dan kita bisa menikmati indahnya padar di pagi hari. Kalau beruntung kamu bisa menyaksikan sunrise, sayangnya waktu itu cuaca sedang mendung.

2. Masih pagi, Matahari Masih Bobo

Enaknya pagi hari adalah saat trekking kamu bakal ngerasa kayak olahraga pagi sob, udara juga masih seger, dan tentunya matahri masih belum terik. Kebayang dong kalau siang bolong mendaki di tengah-tengah bukit safana dengan cahaya matahri yang terik?. Tapi kalau kamu mau coba ya silakan hehehe.

3. Bawa Minum Pribadi

Mendaki dan pasti haus. Air minum wajib kamu bawa sob, cobain deh nanti kalau ke Padar dan udah sampe ke puncak bukitnya lalu teguk air mineral yang kita bawa sambil melihat pemandangan dari ketinggian. Aduhayyy...nikmatnya sob :D

4. Yakin gak mau foto-foto?

Pastikan kamera atau smarthpon kamu di bawa ya, abadikan setiap jengkal keindahan yang tercipta di Pulau Padar dari ketinggian puncak bukitnya. Tapi inget, harus tetap hati-hati saat mengambil foto di atas ya, apalagi mentang-mentang pengen hits kamu naik ke bebatuan tanpa melihat kanan dan kiri, nanti bisa jatuh udah deh itu curam sob hihihi.

5. Please! Jangan Buang Sampah Sembarangan!

Duh sob, sepertinya hal kyak gini gak harus diingetin ya, kita semua harus sudah sadar akan pentingnya menjaga kebersihan. Apalagi Pulau Padar yang indah masa rusak hanya karena orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan buang sampah nya di mana aja. Kezel!

Di pulau padar gak ada tempat sampah, karena gak ada penghuninya. Bukan berarti kamu bisa buang sampah di mana ja kalau gitu ya. Di beberapa kesempatan saat mendaki kami masih menemukan sampah botol kemasan plastik, bekas kemasan permen, dan sebagainya yang bergeletak. 

Semoga kita gak termasuk jadi orang-orang brengsek yang gak bertanggung jawab atas kebersihan lingkungan ya sob.
Segitu dulu, jangan lupa komen, kasih saran, atau share juga boleh ya sob :)

Nantikan cerita-cerita alakadarnya ala #BOYHAVETOGO ya, kalau kamu mau ngajak jalan bareng juga boleh :D

To be continue...

You Might Also Like

4 komentar

  1. Banyak banget tempat bagus di NTT. Pulah Padar aja baru tahu ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ia keren banget kak, kalau ke sana ajak-ajak sy lagi jg gpp kok :D

      Hapus
  2. Pemandangan Pulau Padar cantik sekali, masih asri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju kak, tapi udah banyak yang buang sampah sembarangan nih sedih :(, terutama sampah sisa permen, atau minuman kemasan.

      Hapus

Popular Posts