Uwi Ndota, Makanan Khas Ende yang nge-Jazz bro!

05.14

Abaikan yang di belakang hahaha

Hai sob, apa kabar? udah makan?
Kalau belum mending kita makan Uwi Ndota yuk! :D

Uwi Ndota atau Wa’ai Ndota , yang dalam bahasa indonesia berarti Ubi Cincang, adalah makanan khas Ende, Flores-NTT yang pertama kali saya cobain nih sob, udah gitu lengkap dengan kuah ikan soa nya lagi, ajib dah pokonya.

Uwi Ndota merupakan makanan khas masyarakat di Ende yang sempat jadi makanan pokok yang dikonsumsi setiap hari pada masanya. Kok pada masanya? Ia, dulu masyarakat Ende memang mengkonsumsi Uwi Ndota layaknya nasi. 

Saat ini, sebagian besar masyarakat sudah mengkonsumsi nasi sebagai bahan pokok makanan setiap harinya. Meskipun begitu, gak usah khawatir Uwi Ndota ini masih tetap eksis atau ada di Ende. Penjual Uwi Ndota bisa ditemui di beberapa lokasi di pusat kota. Kalau Aku sih kebetulan aja lagi ada kegiatan, panitianya menyediakan Uwi Ndota dan Sop Ikan Soa jadi ya langsung ku makan hehehe.
Penampakan Uwi Ndato

Uwi Ndota adalah makanan yang terbuat dari singkong. Prosesnya, singkong dikupas lalu dicincang menggunakan dua golok hingga berukuran sangat kecil, bahkan lebih kecil dari biji beras. lalu setelah dicincang singkong diperas dan dipisahkan antara air perasan ampas singkong. Nah ampas singkong inilah yang kemudian direbus hingga masak dan jadilah Uwi Ndota.

Lalu air perasannya gimana?

Air perasan ini juga bisa dijadikan berbagai jenis olahan, salah satunya dijadikan tepung yang nantinya jadi bahan dasar pembuatan kue Alu Ndene.

Karena prosesnya yang dicincang menggunakan dua buah parang inilah, sebagian masyarakat di Ende menyebut Uwi Ndota sebagai Ubi Jazz, katanya sih karena proses pencincangan dengan dua parang itu yang seperti lagi nge-Jazz hahaha unik ya.

Meskipun sudah tidak menjadi makanan pokok lagi, dan penjualnya pun hanya di beberapa lokasi tertentu saja, masih banyak masyarakat yang membuat Uwi Ndota ini, apalagi katanya kalau lagi nostalgia dan bersantai ceria bersama keluarga, pasti Uwi Ndota dibuat. Noh emang cuman Raisa aja yang bisa bernostalgia hehehe.

Sedaaappp!!!

Karena bahan dasarnya singkong, rasa Uwi Ndota ini sedikit gurih dan teksturnya lembut seperti nasi, tapi tergantung kualitas ubi dan lamanya rebusan juga berpengaruh loh sama hasil akhir Uwi Ndota ini.
Selain nelayan, masyarakat di Ende juga berprofesi sebagai petani. Nah salah satunya terdapat banyaknya perkebunan singkong di perbukitan dan kaki-kaki gunung. 

Menurut salah satu warga setempat, singkong sangat cocok dengan kondisi geografis di Ende yang berbukit-bukit dengan kontur tanah yang keras.Tak heran, para pendahulu Ende menjadikan Uwi Ndota sebagai makanan pokok.

Jadi, jangan lupa cobain Uwi Ndota kalau kamu datang ke Ende ya sob.
Ditunggu komentar, saran, atau mau share juga boleh hihihi. Nantikan cerita-cerita alakadarnya ala #BOYHAVETOGO !!!

To be continue...

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts