6 Lokasi Yang Wajib Kamu Datangi di Pulau Mendanau, Belitung

12.43

#BOYHAVETOGO
Pulau Mendanau merupakan salah satu pulau yang terletak kurang lebih 50 KM di sebelah barat Belitung. Secara administratif, Mendanau terletak di Kecamatan Selat Nasik yang terdiri dari tiga desa, yaitu Desa Selat Nasik sebagai ibu kota kecamatan, Desa Petaling, dan Desa Suak Gual.

Salah satu transportasi yang bisa digunakan untuk menuju Mendanau atau ke salah satu dari tiga desa tersebut adalah melalui jalur transportasi laut menggunakan kapal penumpang dari Penggantungan dan waktu yang dibutuhkan untuk menyebrang sekitar 30-45 menit.


Waktu itu saya dan teman-teman ENJ 2017 Pelayaran Bangka Belitung menuju Pelabuhan Petaling di Desa Petaling dari Penggantungan, normal nya biaya sekali menyebrang itu Rp.20.000,- per orang dan Rp.50.000,- bagi penumpang yang membawa sepeda motor, tapi waktu itu kami dapet rejeki nomplok alias gratis dibayarin Pak Camat. Hidup Pak Camat!!! hahaha.

Perjalanan yang tidak begitu lama ini bisa kita nikmati sambil mengabadikan beberapa foto dari atas perahu, apalagi kalau cuaca mendukung dan cerah.

Waktu itu kami nyebrang sekitar pukul empat sore, agak mendung dan saat tiba di pelabuhan sempat disambut petir (asli serius hahaha), tapi tidak jadi halangan karena sambutan tarian daerah dari warga setempat merubah ketegangan menjadi menyenangkan, meskipun akhirnya bubar nyari tempat berteduh karena tiba-tiba hujan mengguyur kami sore itu.

Di tulisan ini saya gak akan banyak cerita tentang kegiatan ENJ nya, tapi pengen ngasih tau kamu kalau suatu saat ke Belitung cobalah agendakan sekalian mengunjungi Pulau Mendanau, biar makin komplit menikmati negeri laskar pelangi nya.

Seperti tertulis di judul nya sob, inilah 6 lokasi yang seenggak nya bikin kamu wajib banget datang ke Mendanau:

1. Hutan Mangrove Petaling

Beberapa perahu warga yang bersandar di Dermaga Hutan Mangrove

Desa petaling merupakan desa yang letaknya di tengah-tengah diantara 3 desa di Mendanau, bisa dibilang letaknya sangat strategis. Selain memiliki Dermaga Petaling sebagai dermaga jalur penumpang atau transportasi warga dan wisatawan, di desa ini pun terdapat dermaga kecil khusus untuk warga yang berprofesi sebagai nelayan yang letaknya ada di kawasan Hutan Mangrove Petaling.

Waktu yang cocok untuk datang ke sini pagi atau sore hari, sambil menikmati sejuknya angin sepoi-sepoi dari dedaunan mangrove yang lebat. Tenang saja, kamu bisa menikmati hamparan mangrove ini dengan santai, karena saat ini sudah dibangun "jungle track" khusus buat siapa pun yang ingin berkunjung.

Jungle Track di Kawasan Hutan Mangrove Petaling
Gak cuman itu, saat ini suasana di hutan mangrove sudah semakin instagrameble sebagai hasil dari kerja keras anak-anak Karang Taruna (Anak Petaling Community) dan rekan-rekan Divisi Ekonomi Kreatif yang memasang berbagai plang unik di beberapa titik kawasan mangrove saat masa pengabdian ENJ berlangsung.
Mantan ke Laut Aje! :p
Di bagian ujung junggle track  pun terdapata dermaga kecil, tapi hanya satu dua perahu saja yang bersandar. Dari ujung jungle track ini kamu bisa melihat warga yang pulang atau pergi melaut lewat, dan kalau kamu lagi beruntung bisa juga loh mengelilingi kawasan mangrove nya sekalian dengan perahu warga. Seru kayak di film-film gitu korban film hahaha.

Gak Mau Nyobain ke Sini? :)
Jarak hutan mangrove ini dekat dengan pemukiman warga Desa Petaling jadi sangat mudah untuk dijangkau, tersedia lahan parkir kendaran roda dua dan empat yang cukup luas serta tanpa dipungut biaya apapun dan sepeser pun alias gratis!!!

2. Hiking ke Bukit Petaling


Lokasi kedua yang wajib banget kamu datengin di Mendanau khusunya di Desa Petaling adalah Bukit Petaling. Lokasi ini juga sangat cocok buat kamu yang suka banget hiking dan adrenalin.

Dibutuhkan waktu sekitar 30-45 menit untuk mendaki menyusuri jalan setapak ke bukit ini, gak akan kerasa kok cuman gerah aja hehehe. Suasana di Mendanau memang layaknya di kawasan pulau-pulau lain, panas dan cukup membuat kita gampang berkeringat. Menyehatkan bukan? hahaha.

Wajah-Wajah Antara Menyerah atau Lanjutkan? :P
Selama perjalanan, kita bisa belajar mengidentifikasi berbagai jenis flora dan fauna nya juga loh. Apalagi di Petaling terdapat Tupai tiga warna, yaitu warna hitam, putih, dan coklat. Meskipun sayang kami tidak melihatnya langsung saat itu. Tapi, kami akhirnya bisa melihat langsung satu jenis flora yang dijadikan nama desa ini, yaitu Pohon Petaling.

"Ooohhh jadi Petaling itu nama pohon", sambil ngangguk-ngangguk mendengar cerita Ibu Isah ketika pertama kali kami tiba di rumah nya. Ibu Isah Siapa? Yang belum baca boleh baca dulu tulisan saya sebelumnya di sini  PETALING, DESA PARA MALAIKAT DI NEGERI LASKAR PELANGI.

Tupai 3 warna: Foto ini diambil saat persentasi Pak Maryono-Ketua Karang Taruna, Desa Petaling
Pohon Petaling
Jangan khawatir, meskipun bermandikan keringat selama menempuh jalur pendakian, perjalann kita dijamin akan terbayar setelah kamu tiba di puncak Bukit Petaling. Kita bisa menyaksikan landscape Pulau Mendanau dari ketinggian dengan warna hijau yang mendominasi dari pepoonan.

Yakin Gak Mau Foto di Sini?

Atau Mau Foto ala-ala Bareng si Doi di Sini?:D

Kesimpulanya adalah pastikan kamera kamu siap sedia untuk mengabadikan indahnya alam mendanau dari ketinggian Bukit Petaling. Karena setiap sudut bukit ini menyajikan pemandangan yang dapat menyejukan mata dan qolbu eaaa...


3. Suak Kemang, Sentra Pengrajin Ikan Asin dan Spot Snorkling di Petaling


Suak Kemang

Masih di sekitar Desa Petaling nih Sob. Lokasi ketiga yang wajib kamu datengin di sini adalah Suak Kemang. Untuk mencapai lokasi ini bisa kita tempuh menggunakan sepeda motor dari pusat Desa Petaling sekitar 15 -20 menit, tergantung kamu bawa motor nya dengan kecepatan berapa ya sob hehe.

Yang namanya tempat oke ya harus ada perjuangan ya gak sih Sob hahaha, sebelum tiba ke lokasi utama Sentra Pengrajin Ikan Asin di Suak Kemang, kita juga harus melewati jembatan kayu yang cukup panjang di tengah-tengah kawasan mangrove dengan kondisinya yang sudah rusak. Harus ekstra hati-hati dan memperhatikan setiap langkah, kalu enggak, bisa-bisa terperosok dan jatuh.

Jembatn Kayu Suak Kemang 
Setelah tiba di ujung jembatan alias kawasan utama Pengrajin Ikan Asin nya, kita bisa langsung menemukan beberapa bangunan kayu para pengrajin nya, sekaligus dapur produksi dan penjemurannya. Bahkan kita bisa langsung melihat akivitas para pengrajin bekerja juga loh, seru.

Beberapa Pengrajin Sedang Memilah Ikan Asin yang Bagus dan Ikan Asin yang Gagal Produksi

Tempat Penjemuran Ikan

Selain bisa belajar dan melihat langsung produksi ikan asin, di Suak Kemang juga kita bisa nyebur dan snorkling melihat ikan-ikan lain dan terumbu karang loh. Tentu saja, waktu itu saya dan beberapa teman dibawa oleh Ari yang merupakan warga setempat berkeliling menggunakan perahu nelayan dan nyebur menikmati segar nya perairan Suak Kemang.

Gak Nyebur Gak Asik! hehehe

Sekretariat Sebelum Nyebur :p

Oh ia Sob, selain ikan asin di pemukiman warga sebelum area pengrajin ikan asin ini juga banyak warga yang jadi pengrajin kerupuk ikan dan kerupuk cumi loh. Jadi kalau kalian ke sini bisa sekalian nanya ke warga setempat dimana bisa membeli kerupuknya, harganya murah cuman 10.000 an untuk kemasan kecil, tapi rasanya dijamin nagih deh enak banget kerupuknya.


4. Hidden Paradise di Pantai Kuku Burung 


Selamat Datang di Kuku Burung

Nah lokasi keempat ini namanya Pantai Kuku Burung dan berada di Desa Selat Nasik. Jarak dari petaling ke Selat Nasik sekitar 8 KM, atau bisa ditempuh dengan menggunakan sepeda motor 15-20 menit saja denga kondisi jalan yang aduhai mulus dan bagus.

Sementara untuk mencapai Pantai Kuku Burung bisa kita tempuh sekitar 10 menit dari Selat Nasik nya, jalanya masih tanah merah dan kerikil yang terdapat di sana. Harus ekstra hati-hati karena licin apalagi kalau hujan. Di sisi kanan kiri jalan menuju pantai ini pun banyak rawa-rawa, air nya jernih dan syegerrr.

Cuci Muka di Rawa Dulu Biar Ganteng :p
Waktu itu Saya dan dua rekan lainya Gun dan Ulin diantar langsung oleh Iman, putra daerah yang jadi sahabat kami dan dengan sukarela mengajak kami ke berbagai lokasi termasuk Kuku Burung. Emang tau aja ni anak kalau kita gak akan pernah nolak kalau diajak jalan hahaha.

Main Ayunan Yok!
Kuku burung ini unik, gak ada ombak besar atau gelombang. Air nya tenang dan memiliki kawasan yang dangkal hingga beberapa meter ke tengah, tak heran kalau terdapat beberapa spot asik yang berada seakan-akan di tengah-tengah laut. Bahkan saya dan yang lain dapat kesempatan berfoto di tengah-tengah pasir yang sisi kanan kiri nya air laut, pasir timbul di tengah laut gitu, kece deh pokonya.

Keliatan gak Pasir Timbul nya? :)

The Geng!
Dan lagi-lagi nih Sob, gak ada biaya apapun buat kamu yang mau ke sini alias gratis. Tapi jangan lupa untuk menjaga kebersihan pantai nya ya, karena di beberpa titik saya dan geng masih menemukan beberapa kemasan plastik peninggalan bangsa kita, manusia. Sad!

5. Pasir Panjang Yang Ku Kenang


Main Air Menjelang Sunset

Lokasi yang ajib selanjutnya dan cocok banget untuk rileksasi menjelang sore adalah Pantai Pasir Panjang, di Selat Nasik. Lokasi nya searah dan tepat berada setelah pantai Kuku Burung, namun jarak nya lumayan agak jauh. Dari Kuku Burung bisa ditempuh sekitar 20 menit menggunakan sepeda motor dengan kondisi jalan tanah dan menembus hutan.

Tapi lokasinya emang keren abis, saking keren dan bikin relax nya ketika tiba di pantai ini tanpa pikir panjang langsung nyebur dan berenang-renang ceria bersama yang lain. Seketika rasa lelah dan penasran di jalan "ini kok gak nyampe-nyampe"akhirnya terobati bahkan terpusakan, sangat terpuaskan.
Duyung-Duyung Bahagia
Kenapa namanya Pasir Panjang? karena lokasi ini memiliki garis pantai yang panjang banget, sampe kita aja gak mau jalan menyusuri ujung ke ujung, asli panjang banget hahaha. Kata Iman, lagi-lagi yang sore itu berhasil meracuni kami buat nyemplung di sini, pantai ini akan ramai dikunjungi warga dari Desa Suak Gual, Desa Petaling, dan Desa Selat Nasik saat hari-hari libur panjang. Biasanya banyak keluarga yang akan menghabiskan waktu bersama di pantai ini hanya untuk bersantai sambil menikmati bekal makanan yang dibawa, serunya :).

Pasir nya Halus, Kayak Kamu :)
Selan memiliki garis pantai yang panjang, Pasir Panjang juga memiliki kontur pasir yang halus dengan warna yang terang. Air nya sendiri jernih dan tenang, tidak ada gelmbang atau ombak besar. Dan seperti biasa, kamu gak perlu repot-repot mengeluarkan rupiah karena semuanya gratis tis tis!.

6. Mercusuar Tanjung Lancur yang Mempesona


Gagah Berdiri!

Lokasi keenam yang wajib banget jadi list perjalan kamu kalau ke Mendanu adalah Mercusuar Tanjung Lancur,yang berada di Desa Suak Gual, Kecamatan Selat Nasik. Salah satu Desa di Mendanau selain Petaling dan Selat Nasik.

Untuk mecapai lokasi ini saya dan teman-teman ENJ menggunakan alternatif jalur laut dari Pelabuhan Tanjung Nyato di Selat Nasik. Waktu yang ditempuh mengunakan perahu boat kayu sekitar 45 menit, lumayan bikin puyeng dan mual apalagi saat itu cuaca sedang tidak baik.

Waktu itu kami menggunakan 2 perahu kayu dan 1 perahu karet yang ditumpangi Pak Camat dan Sekdes Petaling untuk menjemput kami dari lokasi perahu bersandar menuju tepi pantai Mercusuar ini. Karena kondisi pantai di Mercusuar ini bukan pasir, melainkan bebatuan dan karang.

Pak Sekdes yang Siaga Menjemput
Mercusuar Tanjung Lancur terletak di ujung barat Selat Nasik, Pulau Mendanau, Pulau Belitung. Keberadaannya hingga saat ini masih berfungsi sebagai penuntun lalu lintas kapal yang melintasi Selat Gaspar (Selat antara pulau Belitung dan Pulau Bangka).

Pemandangan diambil dari atas Mercusuar
Berdasarkan informasi dari berbagai situs dan blog,  Mercusuar ini dibangun oleh Belanda pada tahun 1882. Sejarah mencatat bahwa di tempat ini pernah pertempuran antara masyarakat Selat Nasik dengan serdadu Belanda yang ingin masuk ke Selat Nasik melalui laut. Terjadilah kontak senjata saat itu yang menewaskan beberapa orang di kedua belah pihak.

Kesan Bersejarahnya Kentara Banget
Selain nilai sejarah, Mecusuar ini pun menjadi daya tarik tersendiri bagi siapapun yang datang. Termasuk bagi saya dan teman-teman yang waktu itu masuk dan naik hingga ke puncak Mercusuar. Karena dari atas Mecusuar, kita bisa melihat pemandangan sekitar yang keren dan mempesona.

Kayak di Film apa Tebak?


Nah Sob, itulah 6 lokasi yang wajib kamu kunjungi kalau kamu datang ke Pulau Mendanu versi #BOYHAVETOGO. Masih gak tertarik datang ke Pulau Mendanau? :D

Sengaja gak semua foto saya masukan di tulisan ini, biar kamu makin penasaran dan buru-buru bikin agenda untuk datang melihat langsung begitu kayak nya keindahan Mendanau, pulau bagian barat Negeri Laskar Pelangi.

Semoga bermanfaat dan jangan lupa bagikan tulisan ini supaya semua orang tau, bahwa Mendanau menunggu kedatangan kamu.


You Might Also Like

3 komentar

  1. Terima Kasih Sudah memberikan informasi positif mengenai pulau Mendanau, Sukses terus ya

    BalasHapus

Popular Posts