Belanja Minim Sampah, Bisa Kok! Ini Caranya

07.40

Foto: Alexthq/Getty Images/iStockphoto

Memulai gaya hidup ramah lingkungan bukan lagi jadi hal yang mustahil. Banyak cara yang dapat dilakukan dan dipilih oleh kita sobat. Mulai dari hal yang paling sederhana hingga hal-hal yang lebih kompleks.

Beberapa waktu lalu, saya dan teman-teman di Greeneration Foundation belajar langsung dari seorang teman cara sederhana berbelanja ke pasar tradisional dengan upaya menghasilkan sampah seminim mungkin.

Sebetulnya, bagi beberapa orang tua kita mungkin hal ini bukan hal baru. Berbelanja kebutuhan sehari-hari tapi minim sampah khususnya sampah plastik yang saat ini jadi “pemeran utama” dan perbincangan umat manusia.
Ibu Tini, teman yang waktu itu kami minta aktvitasnya ke pasar tradisional direkam dan diikuti oleh saya berbagi tips secara langsung bagaimana dia bisa meminimalisr produksi sampah saat berbelanja. Apa sih yang dilakukan supaya belanja minim sampah? ini dia tips nya:

1. Rencanakan Periode Belanja

Foto: Freepik.com
Membuat rencana periode belanja bisa banget sob jadi poin yang diperhatikan. Kita bisa menentukan apakah produk-produk yang akan kita beli nanti untuk keperluan tiga hari kedepan, lima hari, satu minggu, atau satu bulan kedepan. Meskipun sebetulnya jika ke pasar tradisional mungkin akan lebih banyak membeli bahan pangan atau kebutuhan pangan yang akan dikonsumsi, tapi setidaknya ini dapat membantu durasi waktu berbelanja kita tidak terlalu sering.

2. List Keperluan Belanja

Foto: crossfitireland.ie

Setelah menentukan periode berbelanja, bikin daftar belanjaan jadi poin selanjutnya. Memang, butuh effort di awal untuk membuat list atau daftar apa saja yang akan kita beli saat tiba di pasar. Pembuatan list belanjaan ini akan sangat membantu kita untuk menentukan berapa budget yang keluar, dan apa saja “alat perang” atau peralatawan solusi kemasan-kemasan sekalai pakai yang akan dibawa selama berbelanja. Selain itu, daftar belanjaan akan membantu kita mengecek atau memastikan apa saja yang memang kita perlukan untuk dibeli dan apa saja yang sebetulnya tidak perlu sama sekali.

3. Persiapkan “Alat Belanja yang Akan Dibawa”

Foto: ifestyle.okezone.com

Ini poin penting dan jadi salah satu poin utama untuk menjadikan aktivitas belanja kita di pasar tradisional menjadi lebih ramah lingkungan. Setelah punya list atau daftar belanjaan, kita bisa memperkirakan alat apa saja yang akan dibawa. Misalkan, untuk menggantikan kantong plastik kita perlu membawa tas pakai ulang dengan ukuran sesuai kebutuhan. Contoh lagi, jika kita ingin membeli ayam potong maka kita bisa membawa misting atau wadah pakai ulang sesuai ukuran, membawa pouch-pouch kecil untuk membeli rempah seperti bawang, cabai, dab sebagainya. 

Butuh persiapan yang cukup matang dan niat yang tangguh memang hahaha. Tapi ini efektif bikin aktivitas belanja kamu minim untuk memproduksi sampah.

Salah satu riset di lapangan saat pengambilan gambar bersama Ibu Tini, salah satu penjual mengatakan dia memiliki 3 jenis kantong plastik di kios jualannya. 

Dalam 1 hari minimal 100 kantong plastik per jenis keluar/ diberikan ke pembeli sebagai kemasan. 
Bayangkan berarti: ada 3 jenis kantong plastik X 100 buah X 1 hari = 300 buah kantong plastik. Jika dikali satu minggu berarti: 300 kantong plastik X 7 hari = 2.100 kantong plastik yang keluar dari pasar per 1 kios. Menakjubkan! 

Nah, supaya lebih real bagaimana kami belajar bersama Bu Tini berbelanja ke pasar tradisional dengan upaya yang lebih ramah lingkungan. Kalian juga bisa tonton videonya berikut ini ya Sobat:



You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts