8 Tempat Wisata di Dieng yang wajib Kamu Eksplor!

08.15

Telaga Dringo | Foto: @boyhavetogo
Nah sob, ini adalah bagian ketiga cerita solo trip saya ke Dieng akhir tahun kemarin. Di bagian ini, saya mau berbagi pengalaman tentang 8 tempat di Dieng yang berhasil dikunjungi, kayaknya sih wajib juga jadi wish list kamu punya rencana pergi ke sana.


Nomor 1 s.d 3 mencengangkan! 

Enggak deng becanda hahaha. Tiga nomor itu saya gak eksplor sendirian, selama eksploring ditemani kaka Jiko, teman baru hasil kenalan di Hostel yang akhirnya memutuskan eksplor bareng selama seharian. Oh ia, seharian itu kami disponsori sama Mas Danny, pegawai Tani Jiwo. Kami dikasih pinjam motor yang bisa dipake jalan hari itu, yeayy makasih Mas! :D

1. Telaga Dringo

Saya sarankan jangan sendirian dan lebih baik pake kendaraan roda dua alias motor (akan lebih baik lagi jika menggunakan motor dengan gigi manual). Kalimat itu biar jadi pembuka kalau kamu mau eksplor dan mengunjungi Telaga Dringo, biar gak kaget hehehe.

Untuk menuju ke sini, kamu bisa menempuhnya selama 20-30 menit perjalanan. Karena telaga ini sebetulnya sudah berada sedikit keluar dari kawasan pusat Dieng nya. Telaga ini berada di Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Banjarnegara.

Kenapa saya sarankan pake motor untuk ke sana?. Yang pasti berdasarkan pengalaman kemarin, akses menuju telaga ini bisa dikatakan cukup ekstrim. Seperempat perjlanan ke sini merupakan jalan batu dan bukan aspal, yang kalo kamu gak biasa bawa motor di jalan batu harus ekstra hati-hati, apalagi jika datang gerimis jalannya bakal licin untuk dilalui. Belum lagi jalurnya yang naik/ menanjak, karena kalo gak salah, Telaga Dringo merupakan salah satu telaga tertinggi di perbukitan Dieng.

Kita akan melewati jalan berbatu, hati-hati yak! | Foto: kompasiana
Setelah tiba di area Telaga Dringo, kamu akan berhenti di salah satu spot yang ada penjaganya sekaligus penjual makanan, areanya masih belum di area utama danaunya, masih di atas nya gitu. Kamu cukup membayar Rp.6.000,- untuk 1 orang termasuk parkir motor.

Setelah parkir, kamu masih harus melalui tracking turun ke bawah ke area utama telaga. Pastikan kamu pakai sepatu yang aman dan bisa digunakan tracking di jalur berkontur tanag dan semit, karena jalurnya jalan setapak yang lumayan tajam dan licin.

Ini jalur jalan setapaknya gais, awas tergelincir! | Foto: @boyhavetogo
Tapi semua itu pastinya terbayar ketika kamu tiba di bawah dan disuguhkan dengan telaga yang menakjubkan, serta hamparan rumput juga pemandangan bukit yang begitu asri di sekeliling telaga. Benar-benar akan membayar semua perjuangan kamu selama di perjalanan tadi.

Ekspresi seneng liat sekeliling telaga yang asri dan adem! | Difotoin Jiko

Kalo ke sini jangan lupa bawa cemilan, biar bisa nyantai sambil nyemil-nyemil cakep | Foto: @boyhavetogo
Oh ia, di sini kamu juga bisa kemping loh!. Cuman memang tidak diperbolehkan kemping di area bawah atau area utama dekat danau nya, karena infonya jika malam masih ada binatang liar. Penjaga di sini sudah menyiapkan dua spot untuk pengunjung yang ingin kemping di area yang lebih tinge.

2. Curug Sirawe

Curug Sirawe | Foto: @boyhavetogo
Lokasi kedua yang berhasil ditaklukan bareng Jiko adalah Curug Sirawe. Ini pas banget buat kamu yang sehabis dari Telaga Dringo, jadiin aja destinasi selanjutnya yang dieksplor adalah curug atau air terjun ini.

Jaraknya sekitar 30 menit dari Telaga Dringo. Selain mengandalkan google maps, jangan lewatkan untuk selalu bertanya pada warga setempat tentang keberadaan dan jalur masuk menuju air terjun ini. Karena oh karena, kalau kita salah masuk jalur, serem abis.

Kurang lebih itu yang saya alamin hahaha. Dikiria udah melalui jalur yang benar, kami melewati satu jalan di tengah pemukiman yang sangat menanjak, sampe saya takbir karena takut motor yang dibawa terbalik hahaha. (Diliatin warga setempat karena saya teriak-teriak sambil bawa motor takut motornya mundur saking kemiringan tanjakan itu sungguh menakjubkan).

Memang betul, untuk menuju curug ini kita perlu masuk lewat Desa Bitingan, tapi yang perlu diingat kamu lebih baik pilih masuk dari gapura bawah ya supaya gak ngalamin yang saya alamin tadi hahaha. Setelah itu, akan ada gapura kecil dan tanda tulisan di bawahnya "Curug Sirawe".

Berkabut! | Foto: @boyhavetogo
Pastikan parkirkan motor kita di depan rumah dekat gapura jalan setapak tersebut. Izin atau permisi saja sama yang punya rumah untuk ikut parkir di sana. Kemudian, dari sana kalian perlu jalan kaki menelusuri jalan setapak di tengah lahan pertanian carica dan semak-semak dengan tracking mendatar hingga akhirnya bertemu dengan jalur yang cukup curam.

Apakah kalian melihat jalur di sana? hahaha | Foto: @boyhavetogo
Sempat tidak ingin melanjutkan, karena saat itu kondisinya berkabut. Sementara jalanan yang kami lalui semakin jauh semakin gak ada tanda-tanda dilalui orang. Semak dan rerumputannya benar-benar sudah menutupi jalur setapak yang ingin kami lalui, belum lagi anak tangga nya yang sudah berlumut dan licin.

Jalur menurunnya itu tangga yang tersusun, tapi beberapa udah ketutup rumput dan licim | Foto: @boyhavetogo
Tapi, karena kami sudah berjuang sejauh itu, akhirnya kami terus bertekad melanjutkan mencari air terjun yang katanya bagus itu.

HILANG ! semua cape, takut, dan rasa khawatir itu hilang saat kami mendengar gemuruh air dan akhirnya menemukan pemandangan air terjun yang menakjubkan. Benar-benar melupakan jalur yang dilalui dengan penuh kebimbangan tadi hahaha. Takjub, setidaknya ada dua air terjun yang mengalir yang kami saksikan. Sayang banget deh buat yang gak ke sini.

Menakjubkan bukan? | Foto: @boyhavetogo
Dan tentu saja, di sana gak ada orang lain kecuali saya dan Jiko saat itu. Momen itu pastinya buru-buru kami abadikan karena cuaca dan kabut yang semakin mendekat. Oh ia, kami cukup dekat dengan air terjun itu, tapi kami tidak benar-benar turun ke bawah air terjunnya. Karena memang takut gak ada orang dan udah sore juga waktu itu (penakut kita hahaha).

Tapi, sebelum kami pulang ada satu rombongan keluarga yang juga berjiwa petualang seperti kami, mereka berhasil menemukan dua titik pesona Dieng yang jarang di jamah ini, Curug Sirawe.

3. Pemandian Air Panas Sirawe

Hangat gais hahaha | Foto: @boyhavetogo
Habis seharian eksplor Telaga Dringo dan Curug Sirawe paling asik ya berendam air panas dong. Nah, gak jauh dari Curug Sirawe ada spot pemandian air panas yang bisa kamu nikmatin untuk rileksasi.

Kami memilih yang di luar Desa Bitingannya, cukup ikutin jalur keluar melalui gapura bawah, dari situ paling 5 menit aja nyampe. Karena memang di dalam Desa Bitingannya juga ada pemandian air panas, cuman kami memilih yang di luar karena pengen sambil menikmati suasana dan pemandangannya.

Nah, setelah tiba di pemandian air panas dengan tiket Rp.8.000,- untuk berdua termasuk partir motor (super murah bukan?). Kami langsung menuju area pemandian yang masih alami ini. Wah, benar-benar bikin rileks setelah melalui hari yang begitu penuh petualangan.

4. Candi Arjuna


Foto: @boyhavetogo
Hmmm...dari semua lokasi yang dikunjungi, lokasi ini paling biasa aja menurut saya. Tapi karena jaraknya yang dekat dan bisa ditempuh jalan kaki dari Hostel Tani Jiwo, ya lumayan lah bisa dinikmati.

Cuman lumayan kok, lokasi ini bisa dikunjungi di hari pertama kamu datang misalkan. Pas buat refresh dan menelaah Dieng sesaat sebelum eksplor tempat-tempat lain yang lebih jauh. Lokasinya gak begitu luas, hanya 1 kawasan saja tapi cocok lah buat kalian yang pengen dapet momen buat diupdate di media sosial hahaha.

Libur panjang = ramai! | Foto: @boyhavetogo
Tapi kalo ke Dieng saya pasti main ke kawasan ini lagi kok, hanya saja gak masuk ke dalam. Cuman ingin menikmati jagung bakar di depan pintu uatama candi nya, dengan harga Rp.5000,- saja sudah bisa menikmati jagung bakar yang enak banget.

Foto: @boyhavetogo

5. Telaga Warna & Telaga Cermin

Suer, karena masih gak tau harus ke mana di hari pertama datang ke Dieng. Dari Candi Arjuna saya lanjut jalan kaki ke objek wisata ini. Lumayan, sekitar 20 menit hahaha. Cuman karena cuaca di Dieng itu adem (dingin banget) jadi jalan kaki juga seru kok, segar!

Tiket masuk ke kawasan telaga ini murah juga kok, kayaknya hampir semua tiket masuk objek wisata di Dieng murah-murah, jadi jangan khawatir. Kita cukup membayar Rp.12.000,- aja. Tapi untuk parkir saya gak tau dan gak nanyain sih, soalnya kan waktu itu jalan kaki jadi langsung masuk ke loket pengunjung.

Telaga Warna | Foto: @boyhavetogo
Di kawasan ini kita bisa menikmati dua telaga, Telaga Warna dan Telaga Cermin. Ya sesuai namanya telaga warna memiliki keunikan dari warna airnya, katanya sih kadang beruah-rubah. Saat saya di sana, telaga ini berwarna hijau.

Saya hanya melihat sebentar di telaga ini, kemudian saya terus menelusuri areanya hingga menemukan Telaga Cermin. Air Telaga Cermin tidak terlalu surut, lebih adem dan sepi juga. Jadi saya memutuskan untuk diam beberapa saat sambil menikmati pemandangan dan udara di pinggir telaga, seperti bapak di gambar ini. :)

Telaga Cermin

6. Batu Pandang Ratapan Angin

Dari sini kamu bisa menikmati pemandangan dua telaga tadi, Telaga Warna dan Telaga Cermin dari atas sekaligus. Yap sesuai namanya, Batu Pandang ini lokasinya ada di dataran atas dekat dua telaga tadi. "Mirip di Avatar" kata Trian, teman saya yang hari itu nyusul ikut nemenin jalan dari Purbalingga bersama adiknya.

Nah dari sini kalian bisa menikmati pemandangan Telaga Cermin dan Telaga Warna sekaligus | Foto: @boyhavetogo
Untuk bisa ke sini, kamu tinggal melanjutkan perjalanan paling cuman 5 menit aja. Tapi disarankan memang pake motor atau kendaraan lain yang kamu bawa, karena jalannya menanjak. Setelah kamu parkir, kamu tinggal mendaki ke spot utama yang ada di atas.

Di sini terdapat spot utama yang jadi favorit pengunjung, spot foto dengan latar Telaga Warna dan Telaga Cermin. Selain itu di area ini juga banyak spot-spot bagus lainnya, juga beberapa warung yang menjual berbagai jajanan.

7. Dieng Plateu Theater

Foto | Yukpiknik.com
Teater ini lokasinya ada di Batu Pandang Ratapan Angin, masih satu lokasi. Lokasinya sendiri di bawah, dekat parkiran. Di teater ini kamu bisa nonton film dokumenter tentang Dieng, mulai dari sejarah, potensi, dan kebudayaannya.  Cukup membayar Rp.10.000,- kita akan menyaksikan film sekitar 20 menit. Oh ia, lokasi ini diresmikan oleh Susilo Bambang Y. yang saat itu menjabat sebagai Presiden di 2006.

8. Telaga Menjer

Nah terakhir lokasi di Dieng yang berhasil dikunjungi adalah Telaga Menjer. Sebetulnya sih ini sekalian jalan balik, tapi karena belum menentukan pulang cepet-cepet akhirnya sekalian mampir ke sini.

Telaga Menjer
Karena saya pake kendaraan umum, masih ditemani Jiko. Kami memutuskan untuk singgah dan melihat telaga ini. Jiko sih masih 1 malam lagi di Dieng, tapi karena dia belum ada rencana untuk pergi ke mana-mana, akhirnya kita putuskan jalan bareng sekalian saya otw Terminal Mendolo di Wonosobo nantinya.

Yap, kalo dari pusat Dieng, lokasi Telaga Menjer memang di bawah. Mungkin bisa dikatakan berada di tengah-tengah antara Dieng dan Wonosbo. Tepatnya berada di daerah Garung.

Kondisi Mikro Bus | Foto: @boyhavetogo
Telaga ini merupakan sebuah telaga buatan yang juga difungsikan sebagai pembangkit tenaga air oleh PLTA Garung. Namun, karena lokasi nya yang memiliki daya tarik tersendiri, saat ini Telaga Menjer juga berfungsi sebagai salah satu destinasi wisata yang diminati pengunjung.

Dari Dieng, untuk menuju ke sini cukup menggunakan mikro bus. Karena Tani Jiwo berada di pinggir jalan utama Dieng, jadi cukup mudah akses transportasi ini. Kami cukup berdiri menunggu mikro bus ini lewat.

Nanti kita turun di Pasar Garung atau pertigaan pangkalan ojeg menuju Telaga Menjer, bisa tanya ke penumpang lain atau minta sopirnya berhenti di tujuan yang disebut tadi. Ongkosnya sendiri cukup murah, kita hanya membayar Rp.10.000,- saja.

Setelah turun di pertigaan, di sana kita menemukan ojek setempat yang lagi pada nongrong (ngetem). Nah langsung aja samperin dan bilang tujuan utama kita ke Telaga Menjer, ongkosnya? tenang murah kok sama dengan mikro bus yang ditumpangi sebelumnya, yap cuman Rp.10.000,- saja.

Foto: @boyhavetogo
Yang unik dari wisata Telaga Menjer adalah kita bisa menikmati keliling telaga menggunakan perahu dengan cukup membayar Rp.15.000,- per orang. Untuk tiket masuk kawasannya sendiri hanya Rp.5.000,-.

Ini jadi pengalaman yang berbeda tentunya, apalagi setelah sebelumnya mengunjungi telaga-telaga lain. Naik perahu dan keliling danau selama kurang lebih 15-20 menit memberikan keunikan dan keseruan sendiri bareng pengunjung lain. Kamu juga bisa mengabadikan sekeliling danau atau berfoto bahagia di atas perahu. Yipi!!!

Okey, itu lah 3 tulisan pengalaman saya solo trip ke Dieng akhir 2019 lalu.
Bagi yang belum baca bagian 1 dan 2 tentang transportasi dan akomodasi kamu bisa akses melalui link di bawah ini ya Sob:

Cerita sebelumnya:
  1. Dari Bandung ke Dieng Pake Transportasi Umum, Gini Caranya
  2. Tani Jiwo, Hostel dengan Sejuta Kehangatan di Dalamnya

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts